Komplek Dalem Kadipaten (Komplek Pendopo Duplikat Si Panji Banyumas)

0 69

Komplek Dalem Kadipaten (Komplek Pendopo Duplikat Si Panji Banyumas)

Komplek Pendopo Duplikat Si Panji, yang sekarang digunakan Kantor Kecamatan Banyumas, terletak di Jalan Kawedanan Lama No. 396, Banyumas.

Kompleks Dalem Kadipaten (Pendopo Duplikat Si Panji) Banyumas merupakan bangunan peninggalan Kadipaten Banyumas sebelum dipindah ke Purwokerto oleh Bupati Banyumas Martadireja II pada tanggal 7 Januari 1937. Komplek Dalem Kadipaten Banyumas ini dibangun tahun 1706 oleh Kiai Adipati Yudonegoro II Bupati Banyumas ke 7.

Sebelum lokasi Kadipaten Banyumas berada di tempat ini, Pusat pemerintahan Kadipaten Banyumas sejak Adipati I (Joko Kaiman tahun 1582) sampai Adipati Banyumas ke-6 terletak di Desa Kejawar, kurang lebih 5 kilometer dari tempat ini (alun-alun Banyumas).

Sebagai lokus bekas Kadipaten, Dalem Kadipaten (Pendopo Duplikat Si Panji) Banyumas telah menjadi salah satu artefak sekaligus landmark (tetenger) dari perjalanan panjang sejarah Kadipaten Banyumas yang pertama kali dibangun oleh Joko Kaiman yang bergelar Kanjeng Adipati Warga Utama II (Adipati Mrapat).

Kondisi eksisting Dalem Kadipaten (Pendopo Duplikat Si Panji) Banyumas mulai dari alun-alun, pintu gerbang, pendopo, longkangan, dalem ageng, griya ageng, boga sasana, senthong kiwa, senthong tengen, bale peni, bale warni hingga tamansari, selain hadir sebagai artefak sejarah, juga memiliki kedalaman filosofi yang didasarkan pada ajaran Jawa. Dari sisi arsitektur, bangunan Dalem Kadipaten (Pendopo Duplikat Si Panji) Banyumas merupakan perpaduan yang sangat kental antara arsitektur tradisional Jawa dan arsitektur kolonial Belanda.

Dari sisi filosofis, Dalem Kadipaten (Pendopo Duplikat Si Panji) Banyumas mengandung ajaran kosmologi Jawa tentang keblat papat lima pancer (empat arah mata angin dan titik pusat imaginer yang berada di tengah-tengah). Bangunan pendopo dikelilingi empat pintu gerbang utama. Gerbang pada sisi timur dan barat searah dengan terbit dan tenggelamnya matahari yang menjadi simbolisasi dari purwa, madya dan wasana yang menggambarkan kehidupan manusia di dunia dari yang semula tidak ada, menjadi ada, dan pada saatnya akan kembali tidak ada. Sedangkan gerbang pada sisi selatan dan utara searah dengan laut selatan dan gunung Slamet, menggambarkan arah privasi (dalem Kadipaten) ke arah publik (masyarakat). Oleh karena itu di arah depan pendopo terdapat alun-alun yang di sisi kanannya terdapat masjid (menggambarkan sisi kebaikan) dan di sisi kirinya terdapat penjara atau Lembaga Pemasyarakatan (menggambarkan sisi buruk).

Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2015/10/16/wisata-sejarah-di-banyumas-jawa-tengah/
Comments
Loading...