Keuskupan Padang

0 36

Keuskupan Padang

Gedung Keuskupan ini dibangun pada tahun 1933.34 Pada zaman Jepang tahun 1942 gedung ini pernah dijadikan tempat tahanan para wanita dan anak-anak bangsa Belanda oleh tentara Jepang, sementara para lelaki di buang ke Bangkinang.

Bangunan ini memiliki arsitektur art deco gothic dengan jendela kurva. Bangunan ini terdiri dari dua lantai dengan atap genteng. Bangunan di lantai atas Keuskupan ini dipergunakan sebagai Kapel36, kamar-kamar sebanyak 32 buah untuk para biarawan. Lantai bawah dipergunakan sebagai kantor dan gudang. Bangunan ini menghadap kea rah barat Jl. Khairil Anwar, dengan akses pintu masuk berada di tengah. Lantai bangunan baik di lantai satu maupun di lantai dua terbuat dari ubin tegel bermotif flora. Untuk masuk ke lantai dua terdapat tangga yang berada setelah pintu masuk di lantai satu.

Tangga ini terbuat dari kayu jati dan belum mengalami penggantian. Pada bagian teras bagian atapnya lebih tinggi dibandingkan dengan atap bangunan induk, dibagian depan atap yang meninggi ditutup dinding segitiga dan terdapat jendela berdampingan. Bagian teras pada lantai bawah juga terdapat atap yang menonjol keluar dari bangunan induknya. Pasca gempa tahun 2009, gedung Keuskupan ini mengalami kerusakan sekitar 40 % meliputi bagian Gavel, seluruh genteng hancur. Saat ini sedang dilakukan renovasi tanpa mengubah bentuk, hanya dilakukan penambahan perkuatan tembok dari lantai satu sampei lantai dua.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Padang.pdf
Comments
Loading...