Kelenteng Sam Po Teng Pulau Buru Riau

0 29

Kelenteng Sam Po Teng Pulau Buru

Klenteng  Sam Po teng dibangun pada tahun 1815 oleh warga Cina yang berada di Pulau Buru.5 Para tukang yang membangun klenteng dan masjid adalah sama. Teras Klenteng Sam Po Teng didirikan di atas landasan alas yang terbuat dari coran semen setinggi 26 cm dari permukaan tanah. Denah bangunan berbentuk persegi panjang dengan arah hadap bangunan ke barat daya. Klenteng sam Po teng tidak mempunyai impluvium (courtyard). Teras depan berupa ruang terbuka yang cukup sempit berukuran 4,21m x 1m dengan lantainya terbuat dari ubin tegel berwarna merah 40 cm x 40 cm. di teras ini, tepatnya di sisi kiri kanan pintu masuk ke ruang utama terdapat wadah dupa yang menempel di dinding terbuat dari kayu. Ruang Utama. Pintu masuk menuju ke ruangan utama berjumlah 3 buah, dengan pintu utama berada di tengahtengah menghadap ke barat daya terbuat dari kayu dibagian dalam dan dibagian luar terbuat dari besi setinggi 100 cm. dua pintu lainnya berada di sisi barat laut dan tenggara yang terbuat dari kayu. Bangunan ini terbuat dari bata berspesi kapur dengan ketebalan dinding 26 cm. Lantai ruangan ditinggikan ± 10 cm terbuat dari ubin tegel berwarna merah berukuran 40 cm x 40 cm. atap bangunan berbentuk pelana dengan dinding tembok/solid.

Sebelum menuju altar utama terdapat tempat 2 buah meja altar yang dilengkapi bendabenda perlengkapan upacara yaitu : lilin besar, tempat lilin kecil dan meja lainnya tempat meletakan dupa. Altar utama berisi 3 buah patung dewa dengan dewa utama berada di tengah yaitu Dewa Toa Pek Kong (dewa kemakmuran), di sisi barat laut Sang Guru (leluhur), dan di sisi tenggara Buddha. Ruang Samping, di samping kanan (sisi tenggara) ruangan terdapat ruang berbentuk persegi panjang yang dihubungkan oleh pintu berdaun satu terbuat dari kayu. Lantai ruangan terbuat dari keramik berwarna putih dan cata dinding berwarna kuning. ruang ini terdiri dari 2 buah ruangan, yaitu 1 buah kamar di sisi timur laut dan ruang lepas. Ruangan ini berfungsi sebagai gudang untuk menyimpan barang-barang yang diperlukan ketika upacara-upacara besar seperti kursi dalam jumlah banyak dan meja.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Karimun.pdf
Comments
Loading...