Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis Bogor

0 158

Lokasi Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis

Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis terletak di Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis

Di halaman kelenteng terdapat Hiolo Dewa Langit dan sepasang hiolo kecil diletakkan di kiri kanan pintu merapat tembok. Jendela hawa di kiri kanan berbentuk pat-kwa warna-warni, dan lampion kecil bergelantungan di langit teras. Sepasang pagoda pembakaran kertas (Kim Lo) juga ada di halaman depan Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis yang tak begitu luas ini.

Di sisi kanan ada batu hitam besar dibalut kain hijau berornamen bunga mekar dan kuncup yang merupakan petilasan Embah Raden Mangun Jaya, salah satu karuhun atau orang yang semasa hidupnya memiliki kharisma kuat dan disegani oleh masyarakat tradisional Sunda, serta dipercayai masih merupakan keturunan dari Raja Pajajaran. Di ruang utama terdapat deretan patung para dewa. Di tengah adalah altar Pan Kho yang merupakan tuan rumah Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis. Pan Kho lahir pada bulan 1 tanggal 6 Imlek, dan ritual peringatan malam Sie Jit Kongco Pan Kho dilakukan setiap tahun di kelenteng ini. Ada poster di tembok Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis berisi legenda Pan Kho. Konon awalnya terjadi kegelapan dan kekacauan dimana-mana. Saat itulah muncul telur berisi Pan Kho. Selama ribuan tahun Pan Kho tidur dan tumbuh di dalam telur, hingga tubuhnya menjadi sangat besar. Telur pun pecah saat ia merentangkan tangan dan kakinya. Bagian telur yang ringan melayang membentuk langit, dan yang padat turun menjadi bumi. Untuk mencegah bersatunya langit dan bumi, Pan Kho berdiri diantara keduanya dengan kepala menahan langit dan kaki menjejak bumi. Dalam keadaan itu Pan Kho terus tumbuh dengan kecepatan 10 kaki per hari selama 18.000 tahun, sampai bumi langit terpisah sejauh 30.000 mil. Karena kelelahan ia pun tertidur dan tak pernah bangun lagi.

Setelah Pan Kho meninggal, nafasnya menjadi angin dan awan, suara jadi guntur dan halilintar, mata kiri kanan jadi matahari dan bulan, lengan dan kaki jadi mata angin, tubuh jadi gunung, daging jadi bumi dan pohon, darah jadi sungai, rambut tubuh jadi rerumputan dan tumbuhan berkhasiat, kulit jadi kulit bumi, tulang dan gigi jadi batu berharga dan mineral, rambut kepala menjadi bintang, keringat jadi embun, serta benalu di tubuhnya jadi manusia yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Selanjutnya saya melihat altar Thu Tie Pakung yang berada tepat di bawah altar Pan Kho. Ada yang menyamakan Thu Tie Pakung sebagai Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi), ada pula yang menyebutnya sebagai adik Dewa Bumi. Namun di sebuah tulisan disebut bahwa sie jit (ulang tahun) To Ti Pa Kung jatuh pada tanggal 6 bulan 6 Imlek, sedangkan Hok Tek Ceng Sin jatuh pada tanggal 16 bulan 12 Imlek.

Source Kelenteng Pan Kho Bio Pulo Geulis Bogor Jawa Barat
Comments
Loading...