situsbudaya.id

Kelenteng Hok Tik Bio Kudus

0 89

Lokasi Kelenteng Hok Tik Bio

Kelenteng Hok Tik Bio terletak di Jl. Tanjung Karang No. 104, Kudus, Jawa Tengah. 

Kelenteng Hok Tik Bio

Kelenteng Hok Tik Bio Kudus memperlihatkan pilar-pilar khas bangunan Tiongkok di bagian depan, dengan dua baris huruf Tionghoa menempel di sana. Sepasang singa penjaga (ciok say) yang dicat warna-warna tampak diletakkan di depan pintu. Singa jantan di sebelah kiri memegang bola, dan singa betina di sebelah kanan menimang anak. Lampion dan hiolo Thian tampak di dekat pintu masuk. Tidak sebagaimana kelenteng umumnya, atap Hok Tik Bio Kudus ini terlihat sangat biasa. Tidak berupa atap pelana, dan tidak ada hiasan arca sepasang naga berebut mustika, atau pun arca burung Hong / Phoenix.

Altar utama dimana diletakkan rupang tuan rumah kelenteng, yaitu Hok Tek Cing Sin atau Hok Tek Ceng Sin. Minuman mineral yang diletakkan di sana mungkin dimaksudkan untuk menyerap berkah Dewa Bumi sebelum dibawa pulang dan diminum atau dicipratkan ke benda atau dagangan agar membawa keberuntungan. Hiolo dan batang bambu berisi ramalan ciamsi diletakkan di sebelah bawahnya.

Altar sembahyang untuk Dewa Bumi ini terlihat cukup sederhana yang mungkin bisa menjadi indikasi kekuatan finansial kelenteng yang berasal dari sumbangan umatnya. Entah karena lokasi kelenteng yang mungkin agak jauh dari pusat bisnis pecinan atau pasar, atau karena jumlah umat yang datang ke kelenteng untuk bersembahyang tidak begitu banyak.

Kelenteng Hok Tik Bio didirikan pada 1741 oleh pelarian dari Batavia yang lolos dari pembantaian massal yang dilakukan oleh VOC terhadap kaum keturunan Tionghoa, di lapangan yang kini berada di depan Museum Fatahillah Jakarta. Karena kekejamannya itu, Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier (memerintah 1737-1741) kemudian digantikan oleh Johannes Thedens (1741-1743). Para Tionghoa pelarian itu meloloskan diri melalui laut dan mendarat di Cirebon, Tegal, Semarang, Kudus, Juwana, Rembang, Lasem, hingga ke daerah Jawa Timur. Di Kudus, serombongan orang Tionghoa menyusur kanal Semarang (kali di tepi jalan Semarang – Tanggulangin) dari cabang Tanggulangin ke Utara hingga tiba di Dusun Bogo dan lalu menetap di sana. Selain harta benda, mereka juga membawa arca Hok Tek Ceng Sin, dan dengan modal itu mereka membangun Kelenteng Hok Tik Bio di Dusun Bogo.

Source Kelenteng Hok Tik Bio Kudus Jawa Tengah
Comments
Loading...