Kelenteng Hiap Thian Kiong

0 181

Kelenteng Hiap Thian Kiong

Kelenteng atau toapekong atau cetiya (wihara kecil) tersebar di Singkawang, Kalimantan Barat. Tempat itu ramai saat menjelang atau pas Tahun Baru Imlek. Data dari Kementerian Agama Kota Singkawang melalui Penyelenggara Agama Buddha Suyitno menyebutkan, di kota yang berjarak 145 kilometer dari ibu kota provinsi, Pontianak, itu telah terdaftar lebih dari 600 kelenteng.

Salah satunya Kelenteng Hiap Thian Kiong. Bahkan, tempat tersebut termasuk cagar budaya karena usianya lebih dari 100 tahun. Beberapa pihak menyebutkan, bangunan itu dulu merupakan tempat ibadah para pelaut dari Tiongkok saat berlabuh di Singkawang.

Salah satu penjaga Kelenteng Hiap Thian Kiong, Tjang Yin Ben, menjelaskan, berdasar cerita para orang tua terdahulu, pembangunan dilakukan seorang pelaut dari Negeri Panda, julukan Tiongkok. Awalnya, itu menjadi tempat nelayan berdoa agar saat mengarungi laut diberi keselamatan.

Wajar memang karena tidak jauh dari tempat ibadah tersebut dulu merupakan kawasan pelabuhan (sekarang menjadi jalan raya dan permukiman warga). Kemudian, di depan toapekong melintas sungai yang cukup besar (sekarang sudah menjadi parit kecil).

Karena itu, saat berlabuh, para pelaut yang rata-rata dari Tiongkok beribadah di tempat tersebut. Pelaut itu pun membawa sebuah patung dewa yang dianggap sebagai penyelamat.

’’Kalau sudah di Singkawang, dia (pelaut) akan berdoa dengan patung dewa. Kemudian, saat kembali ke negaranya, patung tersebut dibawa kembali,’’ katanya.

Namun, lama-kelamaan pelaut itu pun membuat sebuah tempat ibadah dan meninggalkan patung dewa di lokasi tersebut. Lalu, pelaut lainnya menjadikannya sebuah toapekong atau kelenteng. ’’Lama-kelamaan patung dewa yang dibawa pelaut dari Tiongkok itu ditinggal di Singkawang. Sampai sekarang, patung tersebut masih ada dan dipajang di kelenteng,’’ ungkapnya.

Kedatangan pelaut Tiongkok itu diperkirakan terjadi pada 1905. Hal tersebut dibuktikan dengan tiang setinggi puluhan meter tepat di depan Kelenteng Hiap Thian Kiong yang bertulisan angka 1905.

Selain patung dewa yang dipercaya dibawa orang dari Tiongkok, terdapat kayu yang merupakan material pertama saat toapekong tersebut dibangun. Tiang dengan ukiran tulisan Tionghoa tersebut terpasang di bagian atas toapekong.

’’Ada kayu yang usianya ratusan tahun. Sampai sekarang, toapekong itu masih digunakan meski telah direnovasi sebanyak empat kali,’’ katanya.

Sampai saat ini, Kelenteng Hiap Thian Kiong menjadi tempat ibadah di Singkawang. Para tatung yang akan tampil dalam pawai tatung biasanya akan memanjatkan doa di kelenteng tersebut.

A Jun, warga Singkawang, juga mengakui, Kelenteng Hiap Thian Kiong merupakan salah satu dari kelenteng yang usianya tua. Dia ingat saat masih kecil, bangunan di tempat tersebut sudah ada. Namun, untuk sejarah berdirinya, bapak tiga anak tersebut menyatakan tidak mengetahui secara persis.

Source http://www2.jawapos.com http://www2.jawapos.com/baca/artikel/13156/kelenteng-tua-yang-masuk-cagar-budaya
Comments
Loading...