Klenteng Da Bo Gong Jakarta

0 113

Lokasi Klenteng Da Bo Gong

Klenteng Da Bo Gong terletak di Jalan Pantai Sanur 5, tidak jauh dari kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Provinsi DKI Jakarta. 

Klenteng Da Bo Gong

Pada mulanya klenteng yang dibangun atas perintah Kapiten Lim Teng Tjau (sekitar tahun 1650) ini didirikan di suatu tempat yang tidak berpenghuni yang berjarak sekitar 4 kilometer di luar kota. Kelenteng yang sering disebut Kelenteng Ancol atau Vihara Bahtera Bhakti ini awalnya dibaktikan kepada Da Bo Gong (dewa tanah) dan Fu-de Zheng Shen (dewa bumi). Namun, lama-kelamaan hanya berfungsi sebagai tempat untuk pemujaan dewa tanah dan selanjutnya menjadi tempat untuk pemujaan juru masak Cheng Ho yang bernama Sam Po Soei Soe. Tokoh ini diduga memiliki nama asli Wu Bin, seorang pegawai Cheng Ho yang beragama Islam dan meninggal di tempat itu.

Kisah yang beredar di masyarakat setempat mengenai orang yang bernama Sam Po Soei Soe ini cukup menarik. Konon, waktu itu sebuah kapal Cina, Sam Po Kong, berlabuh di Ancol yang dulunya merupakan pelabuhan yang bernama “Bintang Mas”. Ketika kapal telah berlabuh, seorang juru mudinya yang bernama Sam Po Soei Soe turun ke darat untuk melihat pertunjukan ronggeng. Karena tertarik melihat pertunjukan itu, terutama pada salah seorang penarinya yang bernama Sitiwati, tanpa disadari ia tertinggal di pelabuhan tersebut. Singkat cerita, karena telah ditinggal oleh teman-temannya, ia kemudian mendatangi orang tua Sitiwati yang bernama Said Areli dan Ibu Enneng untuk melamar anaknya. Setelah disetujui, pernikahan pun dilaksanakan. Dalam pernikahan tersebut, sebagai seorang muslimah, Sitiwati meminta suaminya supaya tidak memakan daging babi karena haram. Sedangkan suaminya meminta Sitiwati untuk tidak memakai petai karena ia tidak suka baunya. Sebagai catatan, kedua barang tersebut (daging babi dan petai), sampai saat ini ditabukan untuk dibawa ke Kelenteng Da Bo Gong.

Setelah menikah, suatu hari Sam Po Soei Soe akan kembali berlayar. Sebelum berangkat, ia memerintahkan seseorang yang bernama Hong Tjoe Seng untuk membangun sebuah kelenteng. Namun sebelum kelenteng berhasil dibangun, Sam Po Soei Soe dan isterinya meninggal. Mereka kemudian dimakamkan di lokasi kelenteng bersama adik Sitiwati yang bernama Ibu Mone. Selain ketiga makam itu, di belakang bangunan kelenteng juga terdapat makam Embah Said Areli Dato Kembang bersama isterinya, Ibu Enneng (Pha-Poo).

Bangunan Da Bo Gong

Klenteng Da Bo Gong dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: halaman, bangunan utama, bangunan tambahan, dan makam. Berikut ini adalah uraian tentang bagian-bagian tersebut. Kelenteng Da Bo Gong terdiri atas dua halaman yang masing-masing diberi pagar. Pagar pertama (luar) yang mengelilingi kompleks kelenteng secara keseluruhan berupa tembok setinggi kurang lebih 1 meter dan di atasnya terdapat jeruji besi setinggi sekitar 50 sentimeter. Sedangkan, pagar yang kedua terdapat dalam kompleks yang memisahkan bagian tempat bangunan ruang sembahyang dengan kebun yang memuat makam pengurus kelenteng. Kelenteng Da Bo Gong tidak memiliki gapura dan hanya memiliki pintu masuk di bagian utara yang merupakan bagian dari pagar.

Tepat di hadapan pintu masuk, terdapat koridor yang tidak mempunyai dinding dan hanya disangga oleh tiang-tiang. Lantai koridor terbuat dari tegel berwarna merah. Di sebelah kanan (barat) koridor terdapat taman dengan sebuah telaga buatan yang tepinya dibatasi dengan pagar besi. Di pinggir telaga dibuat bangku-bangku permanen yang terbuat dari semen. Pintu koridor terbuat dari kayu berwarna merah dan diberi gambar lukisan menshen (dewa penjaga pintu).

Setelah melewati koridor, terdapat bangunan utama kelenteng. Di bangunan utama tersebut terdapat halaman yang dihadapannya terdapat dua tempat sembahyang kecil dan dua pagoda tempat pembakaran kertas. Bangunan utama kelenteng terdiri atas bangunan serambi (luar dan dalam) dan ruang utama (pemujaan). Serambi luar memiliki tepi yang lebih tinggi + 20 sentimeter dari halaman dalam (kedua). Lantai serambi dan ruang utama memiliki dasar yang lebih rendah + 50 sentimeter dibanding permukaan lainnya. Serambi berdenah empat persegi panjang dengan luas 24,30×10,20 meter. Bagian serambi ini disangga dengan tiang yang dicor sebanyak 12 buah berbentuk segi empat dan berwarna merah.

Source http://uun-halimah.blogspot.co.id/ http://uun-halimah.blogspot.co.id/2008/10/kelenteng-da-bo-gong-provinsi-dki.html
Comments
Loading...