Kantor Ledeng (Menara Air) Palembang

0 280

Kantor Ledeng (Menara Air)

Kantor Ledeng (Menara Air) sendiri merupakan bagunan buatan Belanda yang dirancang oleh seorang arsitek yang berasal dari Surabaya bernama Ir. S. Snuijf pada tahun 1929, secara resmi bangunan Kantor Ledeng digunakan pertama kali pada tahun 1930an. Bangunan Kantor Ledeng sendiri memiliki beberapa tingkatan dimana tingkat pertama sejak jaman Belanda telah digunakan sebagai pusat pemerintahan Gemeente Palembang dan tingkat paling atas digunakan sebagai tempat penampungan air bersih atau ledeng untuk semua warga yang tinggal di Palembang saat itu terutama warga Belanda yang tinggal di sekitar Jalan Tasik saat ini dan Dempo yang lokasinya memang tak jauh dari menara Kantor Ledeng.

Secara spesifik Menara Air (Kantor Ledeng) memiliki tinggi 35 m dengan kapasitas air yang bisa ditampung mencapai 1.200 (kubik) dan luas menara yang terletak di jalan Merdeka ini adalah 250.

Menara air Kantor Ledeng ini dibuat sebagai upaya pemerintah Gemeente Palembang saat itu untuk menyediakan air bersih. Pada masa itu Sungai Musi yang dijadikan satu-satunya pemenuhan kebutuhan air bagi warga Palembang dianggap kurang baik karena saat itu air Sungai Musi memang dijadikan one stop washing mulai dari mencuci beras (makanan), mencuci pakaian, hingga mencuci badan. Sehingga membuat pemerintah kolonial merasa perlu memberikan air bersih bagi warganya. Adapun biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda saat itu untuk membangun Kantor Ledeng (Menara Air) adalah seharga 1 ton emas, harga ini sendiri 1/3 dari nilai yang pernah ditetapkan oleh Ir. Th. Karsten pembuat master plan kota Palembang yaitu sebesar 3 ton emas.

Menara Air (Kantor Ledeng) ini sendiri telah beberapa kali berahli fungsi dimana pada saat pertama kali berdiri digunakan sebagai tempat penampungan air bersih dan pusat pemerintahan Gemeente Belanda, kemudian saat jaman Jepang (1942-1945) dijadikan sebagai Syuco-kan atau Kantor Residen Palembang jaman Jepang, lalu di jadikan balai kota hingga tahun 1956, gedung ini juga pernah menjadi saksi bisu aksi heroism pemuda Palembang saat Kemerdekaan RI diproklamasikan dimana pemuda saat itu mengibarkan bendera merah putih di empat penjuru sisi Kantor Ledeng pada 17 Agustus 1945, hingga akhirnya sejak 21 Agustus 1963 Kantor Ledeng (Menara Air) digunakan sebagai Kantor Pusat Pemerintahan Kota Praja Palembang (Kantor Walikota Palembang) atau tempat berkantor orang nomor satu di Palembang sampai saat ini.

Source https://adrian10fajri.wordpress.com https://adrian10fajri.wordpress.com/2011/11/15/bangunan-kolonial-di-kota-palembang/
Comments
Loading...