Kantor Ajudan Jenderal Korem 032 Wirabaja Padang

0 11

Kantor Ajudan Jenderal Korem 032 Wirabaja

Berdasarkan survei literatur, bangunan ini dibangun pada tahun 1824 yang berfungsi sebagai kantor pengadilan Belanda. Saat ini dipergunakan sebagai Kantor Ajudan Korem Wirabraja Kodam Bukit Barisan.

Bangunan kolonial ini beratap limas yang seolah-olah bertumpang dua, atap ininterbuat dari genteng. Bangunan ini terdiri dari dua bangunan. Sebuah bangunan lagi terdapat di bagian belakang yang dihubungkan oleh sebuah koridor selasar yang beratap. Bangunan induk terdiri dari sebuah ruangan seperti ruang tamu, di sisi sebelah selatang terdapat sebuah kamar yang bangunannya menjorok ke luar dan berbentuk setengah lingkaran. Ruangan tersebut sekarang dipergunakan sebagai ruangan Kepala Ajudan Jenderal Kodam Bukit Barisan. Di bagian dalam terdiri dari sebuah ruang yang telah diberi sekat-sekat dari triplek, penyekatan ini merupaka tambahan baru.

Aslinya ruangan ini merupakan ruang terbuka, yang pada sisi utaranya terdapat dinding yang bagian tengahnya dibuat sebagai pintu tanpa daun pintu. Dinding ini merupakan dinding asli yang terbuat dari bata berlepa. Antara dinding dengan jendela terdapat ruang selebar 75 cm, jarak ini member kesar sebagai koridor. selaian sebuah ruangan yang diberi penyekat dari tripleks ini, di sisi selatannya juga terdapat kamar-kamar sebanyak 6 buah yang terdapat di sisi utara 3 buah dan sisi selatan 3 buah. Kamar-kamar di sisi utara dan selatan dipisahkan oleh lorong. Di bagian belakang terdapat sebuah ruangan yang sangat besar bila dibandingkan dengan ruangan tamu dan ruangan tengah.

Ruangan bagian belakang ini seperti ruangan aula. Saat ini ruangan ini dipergunakan sebagai lapangan bulutangkis. Bangunan induk, lantainya masih asli yang terbuat dari tegel/ubin dengan motif flora dan geometris. Antara ruang tamu, ruang tengah, dan ruangan aula, motif lantai tegelnya tidak sama. Secara keseluruhan bangunan induk tidak mengalami perubahan, semuanya hampir masih asli, kecuali pengecatan baru pada semua dinding, pintu, dan jendela. Bangunan tambahan di bagian belakang hanya terdiri dari deretan kama-kamar, yang sekarang berfungsi sebagai pantry, gudang, dan musholla. Bangunan ini sudah banyak mengalami perubahan, diantaranya lantainya sudah berkeramik, atapnya sudah diganti seng, dinding- dindingnya sebagian besar juga telah mengalami perubahan.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Padang.pdf
Comments
Loading...