Kambang Koci, Kompleks Pemakaman Tokoh Ulama Kesultanan Palembang

0 104

Kambang Koci, Kompleks Pemakaman Tokoh Ulama Kesultanan Palembang

Makam Kambang Koci secara administratif berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Berdasarkan cerita sejarah, pendirian makam Kambang Koci diawali dengan peristiwa Sultan Mahmud Badaruddin 1 mewakafkan sebidang tanah untuk pemakaman anak cucu serta menantunya pada tahun 1151 H / 1735 M.

Tanah pemakaman tersebut dikenal dengan nama Kambang Koci yang masih satu bagian dari kompleks pemakaman Kawah Tengkurep. Konon, penamaan Kambang Koci berasal dari kata kambang (kolam) dan sekoci (perahu), hal ini dikarenakan tempat pemakaman tersebut awalnya merupakan tempat pencucian perahu.

Kompleks makam Kambang Koci merupakan makam tokoh-tokoh ulama Kesultanan Palembang. Terdapat informasi yang menyebutkan bahwa di makam Kambang Koci terdapat makam putri-putri Sultan Mahmud Badaruddin I, akan tetapi berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi dan Balai Arkeologi Palembang menunjukkan bahwa di kompleks makam Kambang Koci tidak terdapat makam putri-putri Sultan Mahmud Badaruddin I.

Hal itu berdasarkan hasil temuan tulisan-tulisan pada nisan makam yang tidak menyebutkan nama putri-putri Sultan Mahmud Badarrudin I. Berdasarkan buku panduan Haul dan Ziarah Kubra Ulama dan Auliya Palembang Darussalam menyebutkan bahwa makam Kambang Koci pernah diperebutkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1913 M. Hal ini terkait dengan letak lokasi makam yang strategis berada di pinggir sungai Musi. Hal tersebut berlanjut sampai dengan perundingan di Batavia dengan dimenangkan oleh pihak ahli waris makam.

Lingkungan kompleks makam Kambang Koci berada pada areal pelabuhan Boom Baru Kota Palembang. Jalan masuk satu-satunya menuju ke lokasi kompleks makam melalui pelabuhan Boom Baru. Di dalam kompleks makam Kambang Koci terdapat bangunan cungkup utama yang disangga dengan tiang-tiang yang terbuat dari cor semen.

Kondisi bangunan cungkup utama cukup baik, hal ini terkait dengan adanya perbaikan atau renovasi pada tahun 2000. Di dalam kegiatan renovasi tersebut dilakukan penggantian tiang dengan cor semen dan atap berbahan multiroof. Pada bagian atap memiliki bentuk tajug dan tumpang tiga tingkat. Pada bagian atap paling atas dan di tengah diganti dengan genteng multiroof, sedangkan paling bawah masih asli menggunakan genteng tanah liat.

Source https://sportourism.id/history https://sportourism.id/history/kambang-koci-kompleks-pemakaman-tokoh-ulama-kesultanan-palembang
Comments
Loading...