Jembatan Ratapan Ibu Payakumbuh

0 11

Jembatan Ratapan Ibu

Jembatan tersebut menjadi terkenal dan bersejarah karena menjadi tempat eksekusi para pejuang kemerdekaan oleh tentara Belanda di zaman penjajahan. Dari cacatan sejarah, para pejuang kemerdekaan Indonesia yang tertangkap Belanda digiring menuju jembatan tersebut, lalu disuruh berbaris di bibir jembatan. Setelah itu, mereka dieksekusi dengan tembakan senjata api, sehingga tubuh mereka langsung jatuh ke Sungai Batang Agam dan dihanyutkan arus deras.

Masyarakat, terutama kaum wanita, yang menyaksikan eksekusi itu hanya bisa menangis melihat para pejuang bangsa ditembak tersebut. Untuk mengenang peristiwa itu, maka jembatan tersebut diberi nama “Jembatan Ratapan Ibu”. Selain itu di sana juga dibangun sebuah patung wanita paruh baya yang tangannya menunjuk arah jembatan (dimana para pejuang ditembak) serta menangis menyaksikan kekejaman tentara Belanda di areal jembatan tersebut. Jembatan dibangun pada tahun 1818. Jembatan ini melintasi sungai Batang Agam yang menghubungkan dengan daerah Kota Payakumbuh.

Jembatan yang melintasi Sungai Batang Agam ini membujur arah utara-selatan. Jembatan berarsitektur kuno berupa susunan batu merah setengah lingkaran yang direkat dengan kapur dan semen tanpa menggunakan tulang besi. Pada bagian bawah, jembatan ditopang oleh dua buah tonggak tembok berukuran besar yang terbuat dari bata merah berspesi dengan bentuk melengkung. Jembatan berukuran panjang 40 m dengan lebar lebih kurang 8 m.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Payakumbuh.pdf
Comments
Loading...