Jembatan Nambangan-Nangsri Bantul

0 58

Jembatan Nambangan-Nangsri

Dari sekian banyak benda yang diduga cagar budaya di Bantul, Yogyakarta, salah satunya adalah Jembatan-Pintu Air Nambangan. Jembatan yang membentang di atas Sungai Opak ini menghubungkan Dusun Nangsri, Kelurahan Srihardono dan Dusun Nambangan, Kelurahan Seloharjo. Wilayah ini berada di kecamatan yang sama, yakni Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi jembatan ini dapat dijangkau melalui Jl. Parangtritis ke arah selatan hingga mencapai pertigaan yang mengarah ke Pasar Pundong. Ikuti Jalan yang mengarah ke Pasar Pundong (kiri) hingga sampai di Pusat Rehabilitasi Terpadu Penyandang Cacat. Tidak jauh dari RS Terpadu Penyandang Cacat ini terdapat pertigaan jalan. Ikuti jalan arah ke kiri hingga sampai lokasi. Jarak jembatan dengan pertigaan ini kurang lebih 300 meter.

Hal yang menarik dari Jembatan Nambangan-Nangsri ini adalah pintu plat baja yang cukup besar. Pintu ini ditempatkan di ujung jembatan di wilayah Dusun Nangsri. Ukuran pintu plat baja ini kira-kira 2,5 m x 3 m. Pintu ini ditempatkan pada tengah badan tanggul yng dibangun cukup tinggi di sepanjang sisi Sungai Opak. Keberadaan pintu ini seperti pintu di tengah gapura. Pintu plat baja ini berfungsi menahan luapan banjir agar tidak masuk ke Dusun Nangsri. Jadi, jika air Sungai Opak meluap dan mendekati permukaan jembatan, maka pintu plat baja ini akan ditutup.

Selain itu, konstruksi jembatan ini terbilang relatif unik karena pada titik tertentu diberi pelebaran ruang yang dibuat khusus agar orang atau kendaraan yang berpapasan bisa menepi lebih dulu pada ruang/kantung yang telah dibuat. Ruang/kantung tersebut dibuat karena jembatan ini hanya bisa dilalui satu kendaraan beroda dua saja. Jadi bila berpapasan salah satunya harus mengalah atau berhenti di kantung yang telah disediakan di kanan dan kiri jembatan.

Jembatan yang memiliki ukuran panjang sekitar 100 meter dan lebar 1,5 meter ini kelihatan disambung dengan arsitektur dan konstruksi yang berbeda. Penyambungan dilakukan karena jembatan yang mendekati Dusun Nambangan roboh dan sebagian tiang penyangganya miring. Dengan demikian, separuh jembatan di dekat Dusun Nambangan berkonstruksi baja dan dilengkapi dengan bentang kawat baja yang berfungsi untuk menahan dengan cara menggantung beban tekan jembatan. Sementara separuh jembatan yang mendekati Dusun Nangsri berkonstruksi besi-beton. Pada separuh jembatan ini semua beban tekan jembatan bertumpu sepenuhnya pada tiang penyangga.

Source http://arsip.tembi.net http://arsip.tembi.net/edukasi/jembatan-nambangan-nangsri-jembatan-berpintu-air-besar-di-bantul
Comments
Loading...