Jail (Penjara Penuba) Kab. Lingga

0 19

Jail (Penjara Penuba)

Bangunan Jail dibangun pada tahun 1933 bersamaan dengan keberadaan pemerintahan Belanda di Penuba. Belanda dalam menghadapi angkatan perang Kesultanan Lingga atau masyarakat memposisikan tempat di Penuba, sebab penuba tempat yang strategis sekali untuk menghadapi perlawanan apabila terjadi serangan oleh pihak kesultanan lingga dan masyarakat, dan Penuba merupakan pelabuhan utama oleh Belanda dalam melaksanakan ekspansinya dikawasan lingga. Semasa Belanda mempunyai markas di penuba tidak ada masyarakat Penuba yang melakukan perlawanan, yang melakukan perlawanan adalah masyarakat dari luar penuba yaitu seperti Tangjung Kelit, Selayar dan Pulau Mepar, bagi masyarakat yang tertangkap akan dikurung pada bangunan yang dimaksud.

 Situs Jail atau penjara ini berada di kompleks SMP 4 N Lingga. Bangunan yang tersisa dari penjara bekas Belanda adalah bangunan berbentuk persegi panjang. Dilengkapi dengan pintu berjeruji, bangunan ini terdiri atas 3 ruangan. Selain itu, di areal kompleks bekas penjara ini juga terdapat sumur, pompa dan tempat penampungan air. Sisa-sisa pondasi bangunan lama juga masih terlihat sehingga mengindikasikan bahwa dulunya masih terdapat bangunan-bangunan pendukung penjara. Di dalam sekolah SMPN 4 Lingga sendiri masih terdapat lonceng yang memiliki angka tahun 1939. Lonceng tersebut saat ini masih difungsikan oleh pihak sekolah. Didekat areal bekas penjara juga masih terlihat beberapa rumah yang bercirikan rumah kolonial. Bangunan penjara tersebut memiliki arah hadap ke arah barat.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Lingga.pdf
Comments
Loading...