Istana Raja Larantuka NTT

0 82

Lokasi Istana Raja Larantuka

Istana Raja Larantuka tepatnya berada di Kelurahan Pohon Sirih di sebelah selatan Jalan Negara
Trans Flores, seberang Taman Doa berpagar tembok putih, NTT.

Istana Raja Larantuka

Istana Raja Larantuka yang sekarang, dibangun pada 1887 oleh Raja Don Lorenso DVG yang memerintah dari tahun 1887-1910. Sementara itu menurut penuturan Don Andre Martinus Diaz Viera de Godinho ( DVG ) putra dari Raja Larantuka Don Lorenzo III DVG saat ditemui Cendana News di rumahnya menjelaskan, istana raja ini dibangun pada 1937 dan sudah dua kali mengalami renovasi. Istana raja yang pertama sebut Don Tinus sapaannya dibangun di samping patung taman doa tapi sudah hancur dibom Jepang.

Atap bangunan sebut Don Tinus terbuat dari asbes dicampur aluminuim yang dibawa dari Jawa, tetapi waktu gempa tahun 1992 beberapa sirap dan separuh rangka atap yang sudah lapuk hancur sehingga diganti dengan triplek.

Bagian belakang terdapat sebuah paviliun dengan 2 kamar. Sementara di ruang tamu terdapat satu set sofa berwarna hijau serta di ruang keluarga ada satu set kursi berbahan rotan sementara di selasar antara bangunan utama dan paviliun diletakan satu set kursi kayu jati.

Pada tembok ruang keluarga terdapat poster permaisuri raja, Mama Dona berukuran besar sementara di dinding timur terdapat foto raja bersama permaisuri dan ayah dari raja Don Lorenzo III yaitu Raja Don LorenzoII atau kerap disapa Raja Usi Neno.

Lantai rumah masih menggunakan keramik yang sudah mulai terlihat buram putih kecoklatan.Sebuah lemari jati di ruang tengah dipenuhi cangkir dan piring keramik jaman dahulu. Lantai ruangan tengah dan depan dibentangi karpet tebal berbahan kain.

Terdapat sebuah meriam diletakan di pojok kanan bagian depan istana bersebelahan dengan sumur tua.Meriam peninggalan Portugis ini tutur Don Tinus di istana ada 4 buah masing – masing dua buah berukuran besar dan kecil. Selain itu sambungnya, di depan kapela Tuan Ma ada 2, di armida Kuce ada 2, depan kantor Kejaksaan lama 2 dan di dermaga Larantuka juga ada meriam. Tapi banyak yang sudah hilang dan dijual kepada pembeli besi tua.

Selain meriam kuno, di samping kirinya terdapat sebuah meja batu batu ceper sepanjang  sekitar satu meter dan lebar sekitar 40 sentimeter. Meja ini ditopang 3 batu pipih. Wadah ini urai Don Tinus merupakan Nuba atau altar yang kerapa dipakai untuk meletakan persembahan saat ritual adat.

Source https://www.cendananews.com/ https://www.cendananews.com/2017/04/istana-raja-larantuka-sederhana-dengan-arsitektur-kuno.html
Comments
Loading...