Istana Mini Maluku Tengah

0 108

Lokasi Istana Mini

Istana Mini terletak di Dwiwarna Village, Dwi Warna, Banda, Kabupaten Maluku Tengah.

Istana Mini

Bangunan berarsitektur khas kolonial Belanda yang dibangun tahun 1683 ini terdiri dari dua bagian utama, yakni Rumah Gubernur dan Kantor Gubernur Kolonial Belanda. Disebelah barat bangunan utama terdapat bangunan Societeit Harmonieyang dulunya berfungsi sebagai gedung pusat hiburan dan tempat bersantainya para pejabat kolonial Belanda. Sedangkan pada bagian timurnya terdapat rumah Deputy Governoor VOC serta rumah para perkenier, sebutan bagi landlord atau pemilik kebun pala. Di seberangnya terdapat halaman luas dengan rerumputan yang teratur, menambah kesan megah pada bagunan ini. Dari terasnya, kamu dapat memandang jauh ke depan melampaui Pantai Tita Baru, perairan Banda, dan Banda Besar.

Mengunjungi bangunan ini, kamu dapat merasakan bagaimana sensasi hidup seorang bangsawan Eropa yang tak bisa lepas dari kata ‘dansa’. Lantainya mengkilat dan ditata secara apik memantulkan bayangan dirimu dalam balutan busana pesta. Dinding putihnya berbaur kemewahan pilar-pilar istana, semuanya tercermin jelas lewat bangunan utama yang hingga sekarang masih difungsikan sebagai gedung pertemuan istimewa. Terdapat beberapa ruang yang saling terhubung khas Eropa di dalam bangunan ini, sedangkan di bagian belakang terdapat bagunan yang tampak seperti dapur, gudang, dan tentu saja sebuah sumur besar.

Sebuah kandelir besar tergantung di langit-langitnya yang berhias corak geometris. Di dalam bangunan utama tersimpan barang-barang peninggalan Belanda seperti lukisan-lukisan. Dua patung singa keemasan terpajang di pintu gerbangnya. Sedangkan di bagian Kantor Gubernur Kolonial Belanda, ditemukan patung Willem III setengah badan yang hingga kini masih berdiri kokoh di halamannya yang sudah mulai terbengkalai. Bulu kuduk kami menegang seiring dengan ruang-ruang yang kami lewati, entah karena terperanjat atau mungkin karena kami tak sendirian.

Bagian menarik dari Istana Mini adalah ceritanya mengenai catatan kerinduan seorang Charles Rumpley—pegawai rendahan kolonial Belanda—yang tergores di salah satu jendela bagian depannya. Namun disebutkan dalam buku Ring of Fire karya Lawrence dan Lorne Blair, Charles Rumpley adalah gubernur Perancis terakhir di Banda. Kata-kata dalam bahasa Perancis itu diukir di atas kaca jendela menggunakan cincin berlian pada 1 September 1831 dan masih menjadi bukti betapa kesendirian dan kerinduan masih menggantung di bangunan itu. Setelah menuliskannya, Charles Rumpley memutuskan untuk menggantung dirinya di kandelir kristal di bangunan itu.

Source http://www.bandaneira.id/ http://www.bandaneira.id/2017/03/02/istana-mini-tentang-goresan-rindu-di-masa-lalu/
Comments
Loading...