Istana Kedatuan Luwu

0 118

 Istana Kedatuan Luwu

Istana Luwu atau Istana KeDatuan Luwu berada persis di Kota Palopo yaitu di Jalan Jalan Andi Djemma No. 1, Kelurahan Batu Pasi, Kecamatan Wara Utara, Kabupaten Luwu, Palopo, Sulawesi Selatan. Istana ini dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1920 untuk menggantikan “Saoraja”, istana raja sebelumnya yang diratakan oleh Pemerintah Belanda sendiri diduga untuk menghapus peninggalan Kedatuan Luwu.

Keunikan
Kompleks istana itu berdiri di lahan yang lapang. Ada Bangunan yang arsitekturnya bergaya Eropa dan sebuah rumah panggung yang besar. Di bagian depannya, Di dekat bangunan istana saat ini dibangun miniatur Saoraja, kemudian di depan istana tersebut terdapat sebuah Monumen Perjuangan Rakyat Luwu berupa patung tangan yang memegang badik yang terhunus ke langit yang dikelilingi kolam teratai. Di sekitarannya ada taman, rumputnya tercukur dengan rapi.

Luwu dalam sejarah Bugis merupakan kerajaan pertama. Hal ini bersumber dari Mitologi I La Galigo. Bermula pada abad ke 12 di Ussu di Luwu Timur, kemudian pusat kerajaan berpindah ke Pattimang-Malangke, dan pada abad 16 ke Palopo – sekarang Kotamadya Palopo. Pada tahap inilah pamor dan ketenaran Luwu berangsur meredup di kancah perdagangan nusantara.

Di dekat bangunan istana saat ini dibangun miniatur Saoraja dan di depan istana tersebut terdapat sebuah Monumen Perjuangan Rakyat Luwu berupa patung tangan yang memegang badik yang terhunus ke langit. Di dekat istana luwu terdapat pula Masjid Jami yang usianya sangat tua dan keseluruhan dindingnya terbuat oleh batu yang disusun, tidak ada salahnya jika anda pengunjung yang sedang berada di Kota Palopo untuk singgah berwisata ke tempat ini. Saat ini istana ini berfungsi sebagai Museum untuk mengenang perjuangan dan melestarikan kebudayaan Kerajaan Luwu.

Di Istana Luwu terdapat dua bangungan, yaitu Langkanae dan Salassae. Langkanae adalah sebutan kata lain dari istana. Langkanae ini dijadikan cagar budaya buatan Belanda untuk menggantikan Langkane yang dulu. Belanda membangunnya untuk kedatuan ketika Langkanae terbakar. sedangkan Salassae adalah tempat pertemuan atau perjamuan para tamu-tamu istana. Itulah istana Luwu, sekarang di jalan Andi Tenripadang. Istana itu tak luas, hanya memiliki tiga ruangan, kamar untuk datu dan kamar untuk para dayang istana. Sementara bagian lobi digunakan sebagai museum.

Di dalam Istana Kedatuan Luwu terdapat berbagai benda pusaka. Di antaranya, dipajang dalam lemari kaca, sertifikat Pahlawan Nasional RI bagi (almarhum) Andi Jemma ditandatangani Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2004. Peninggalan lain yang ada di Istana Luwu tidak berupa Mahkota, tetapi berbentuk Besi Pakka dan Bunga Waru, yang hanya dipakai oleh datu, yang merupakan simbol Dewata Matenruliwawo. Di Istana Luwu juga terdapat Songko’ Pameri.

Source https://nehanesia.com https://nehanesia.com/rumah-adat-bugis/
Comments
Loading...