Istana Indragiri Riau

0 41

Istana Indragiri

Cikal-bakal berdirinya Kesultanan Indragiri tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Kerajaan Keritang. Nama Keritang diperkirakan berasal dari istilah “akar itang” yang diucapkan dengan lafal “keritang”. Sementara Itang adalah sejenis tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat di sepanjang anak Sungai Gangsal bagian hulu yang menjalar di sepanjang tebing-tebing sungai. Sungai Gangsal mengaliri wilayah Kota Baru, ibu kota Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Selain pemaknaan di atas, ada pula yang menyebut bahwa nama Keritang identik dengan istilah “Kitang”, yaitu sejenis siput yang berhabitat di hulu Sungai Gangsal (Ahmad Yusuf & Umar Amin, et.al., 1994:19).
Berikut silsilah raja atau sultan yang pernah berkuasa di Kerajaan Keritang/Kesultanan Indragiri, berdasarkan buku Sejarah Kesultanan Indragiri (1994), karya Ahmad Yusuf, Umar Amin, Noer Muhammad, dan Isjoni Ishaq:
  • Raja Kecik Mambang atau Raja Merlang (1298-1337), Raja Keritang ke-1
  • Nara Singa I (1337-1400), Raja Keritang ke-2
  • Raja Merlang II (1400-1473)
  • Nara Singa II (1473-1508), Raja Keritang ke-4 yang kemudian mendirikan Kesultanan Indragiri atau Raja Indragiri ke-1 dengan gelar Sultan Iskandar Alauddin Syah (1508-1532)
  • Sultan Usuluddin Hasansyah (1532-1557), Sultan Indragiri ke-2
  • Raja Ahmad atau Sultan Mohammadsyah (1557-1599), Sultan Indragiri ke-3
  • Raja Jamaluddin bergelar Sultan Jamaluddin Kramatsyah (1599-1658), Sultan Indragiri ke-4
  • Sultan Jamaluddin Sulemansyah (1658-1669), Sultan Indragiri ke-5
  • Sultan jamaluddin Mudoyatsyah (1669-1676), Sultan Indragiri ke-6
  • Sultan Usuludin Ahmadsyah (1676-1687), Sultan Indragiri ke-7
  • Sultan Abdul Jalil Syah (1687-1700), Sultan Indragiri ke-8
  • Sultan Mansursyah (1700-1704), Sultan Indragiri ke-9
  • Sultan Mohammadsyah (1704-1707), Sultan Indragiri ke-10
  • Sultan Musyaffarsyah (1707-1715), Sultan Indragiri ke-11
  • Raja Ali Mangkubumi Indragiri bergelar Sultan Zainal Abidin Indragiri (1715-1735), Sultan Indragiri ke-12
  • Raja Hasan bergelar Sultan Hasan Salahuddinsyah (1735-1765), Sultan Indragiri ke-13
  • Raja Kecil Besar bergelar Sultan Sunan (1765-1784), Sultan Indragiri ke-14
  • Sultan Ibrahim (1784-1815), Sultan Indragiri ke-15
  • Raja Mun (1815-1827), Sultan Indragiri ke-16
  • Raja Umar atau Sultan Berjanggut Kramat (1827-1838), Sultan Indragiri ke-17
  • Raja Said atau Sultan Said Mudoyatsyah (1838-1876), Sultan Indragiri ke-18
  • Raja Ismail bergelar Sultan Ismailsyah (1876-1877), Sultan Indragiri ke-19
  • Tengku Husin bergelar Sultan Husinsyah (1877-1883), Sultan Indragiri ke-20
  • Tengku Isa atau Sultan Isa Mudoyatsyah (1887-1903), Sultan Indragiri ke-21
  • Tengku Mahmud atau Sultan Mahmudsyah (1912-1963), Sultan Indragiri ke-22
Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2014/05/09/wisata-sejarah-di-riau/
Comments
Loading...