Istana Gebang Blitar

0 86

Lokasi Istana Gebang

Istana Gebang terletak di Jalan Sultan Agung nomor 27-59 dan 61, RT/RW.03/7, Kampung Gebang, Kelurahan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

Istana Gebang

Bangunan berarsitektur kolonial yang dikenal masyarakat sekitar dengan nama Ndalem Gebang ini adalah saksi bisu Bung Karno muda di kota Blitar. Soekarno tinggal bersama kedua orang tuanya, Raden Soekeni Sosrodihardjo dan Ida Ajoe Njoman Rai, beserta kakak kandung Soekarno, Soekarmini dan suaminya Raden Poegoeh Reksoatmodjo. Disini Bung Karno muda menghabiskan waktu saat libur sekolah dan berdiskusi secara informal tentang kemerdekaan Indonesia dengan sahabat, keluarga dan pembantu-pembantunya.

Secara hukum bangunan ini adalah milik keluarga Soekarmini meskipun setelah bercerai dengan Raden Poegoeh, beliau menikah lagi dengan Adi Wardoyo. Pada tahun 1917 rumah ini dibeli oleh Raden Poegoeh dari Mr. F.H. Portier, pegawai Jawatan Perkeretaapian Wilayah Garum Blitar. Alih kepemilikan rumah dari pemilik sebelumnya tidak ada rekam data yang mendukung.

Di areal istana Gebang terdapat 10 bangunan yaitu ;

  • Bangunan Utama/Induk

Bangunan ini berukuran lebih besar daripada bangunan-bangunan yang lain, didominasi oleh bahan kayu, genteng dan beton. Bangunan menghadap Selatan (ke arah jalan raya) ini mempunyai 7 buah ruangan, 5 buah ruang difungsikan sebagai kamar dan 2 buah central room masing-masing di bagian depan yang difungsikan sebagai ruang tamu dan bagian belakang untuk ruang keluarga dengan kamar tidur utama berada di samping kanan. Ruang kamar berderet di sisi kiri. Central room berderet di sisi kanan. Akses keluar masuk bangunan utama/induk terdapat 3 pintu masuk, masing-masing di bagian depan sebagai pintu utama, di bagian belakang dihubungkan dengan Portico akses menuju bangunan belakang (Building Servis) dan pintu sisi timur melalui selasar sebagai akses menuju ruang Paviliun. Secara menyeluruh bangunan bercat warna putih dengan semua pintu serta jendela berwarna abu-abu.

Bangunan utama terbagi menjadi 3 bagian ruangan;

Ruang depan, yang terbagi menjadi 2 ruangan yang lebih kecil yaitu sisi kiri ruang tamu dan di sisi kanan ruang kamar tidur tamu.

Ruang tengah, yang terbagi menjadi 2 ruang kamar. Ruang kamar di sisi kiri merupakan ruang kamar tidur tamu laki-laki dan ruang satunya merupakan kamar tidur tamu wanita. Fungsi tersebut digunakan saat masih ditempati orang tua Bung Karno dan beralih fungsi digunakan sebagai kamar putra putri Bung Karno saat berkunjung ke rumah ini setelah menjadi presiden. Ruang kamar di sisi kanan berfungsi sebagai kamar tidur Bung Karno di masa muda.

Ruang belakang, yang identik dengan kamar tidur utama dimana dalam ruang ini terbagi menjadi 3 ruangan. Di sisi kanan terdapat 2 ruangan kamar yaitu 1 ruangan kamar tidur untuk kakak kandung Bung Karno, dan 1 ruangan yang merupakan kamar tidur utama digunakan untuk kamar tidur ayah bunda Bung Karno. Setelah orang tua Bung Karno wafat, kamar ini berfungsi sebagai kamar tidur Bung Karno setelah menjadi presiden pada saat berkunjung ke Blitar. Kamar ini dilengkapi dengan kamar mandi dalam. Di bagian kanan merupakan ruang keluarga. Perabotan yang ada di ruangan ini berupa kursi goyang, buffet hitam, radio, meja kursi, meja kerja, mesin ketik, bufet foto, lukisan, tongkat kepala gading dan duplikatnya milik Bung Karno yang merupakan hadiah dari perhimpunan India tanggal 14-11-1952.

  • Ruang Paviliun

Berada di sisi timur bangunan utama, menghadap ke arah Timur atau menghadap bangunan utama. Mempunyai 3 ruang, 2 ruang kamar tidur dan 1 kamar mandi. Hingga saat ini bangunan tersebut belum mengalami perubahan, hanya ada perubahan fungsi. Pada masa lalu difungsikan sebagai tempat tinggal.

  • Bangunan Belakang/Servis Room

Bangunan belakang merupakan bagunan servis, berdenah I berbentuk linier, membujur Barat-Timur yang terbagi menjadi 9 ruangan meliputi ruang dapur, ruang sumur, kamar mandi, kamar pembantu rumah tangga, kamar penyimpanan alat-alat dapur, ruang makan keluarga, kamar mandi/wc untuk pengikut rombongan presiden, kamar tidur pembantu rumah tangga.

  • Bangunan Paviliun

Berada di samping kiri bangunan utama/induk, menghadap ke bangunan utama/induk. Mempunyai 2 buah bangunan, yaitu bangunan utama dan bangunan servis. Bangunan utama terdiri dari 2 ruangan. Ruang depan terbagi menjadi 2 ruang, yaitu ruang tamu dan ruang tidur tamu, ruang tengah terbagi menjadi 2 ruang untuk kamar tidur dan 1 ruang untuk ruang keluarga. Bagian servis merupakan bangunan linier yang memanjang barat-timur dan utara-selatan, terbagi menjadi 6 ruang (barat-timur) terdiri dari 5 ruang kamar dan 1 garasi di ruang paling barat. Ruang utara-selatan terdiri dari 4 ruangan masing-masing untuk dapur dan kamar mandi. Pada masa lalu bangunan ini difungsikan untuk keluarga Soekarmini dan untuk para ajudan serta para pengawal Bung Karno saat berkunjung ke Blitar.

  • Balai Kesenian

Balai Kesenian dibangun pada tahun 1951, berada di samping barat bangunan utama/induk menghadap ke selatan memanjang ke belakang. Berdenah I, merupakan jenis bangunan setengah terbuka yang terdiri dari 3 bangunan. Ruang depan hanya berdinding pada bagian sisi barat, bagian sisi timur tidak berdinding hanya berupa pagar tembok pendek yang dipakai untuk duduk-duduk. Pada masa lalu balai kesenian ini digunakan untuk pegelaran seni wayang kulit pada saat menyambut kedatangan Bung Karno. Pernah juga digunakan untuk pagelaran wayang kulit dengan dalang Bung Karno sendiri. Sekarang difungsikan untuk latihan karawitan, tari, pendalangan dan kegiatan-kegiatan kesenian lainnya. Ruang belakang merupakan ruangan yang difungsikan untuk mushala keluarga.

  • Bangunan Pawonan

Bangunan terbuka ini terletak di belakang dapur utama. Merupakan dapur tambahan apabila memerlukan memasak dalam volume besar.

  • Rumah Pembantu

Terletak di belakang bangunan belakang. Ditempati oleh pembantu pemelihara kuda, baik kuda yang dipakai untuk kereta kuda ayahanda Bung Karno maupun kuda-kuda balap yang pernah dimiliki kakak Bung Karno, Soekarmini.

  • Bekas Kandang Kuda

Terletak di ujung kanan belakang balai kesenian. Ketika kunjungan Bung Karno era tahun enam puluhan yang semakin banyak para pengawal ikut datang ke tempat ini, akhirnya dibangun untuk tempat menginap para pengawal dengan kelengkapan kamar mandi dan wc yang tinggal fondasi.

  • Bekas Lumbung Padi

Terletak di belakang garasi berjarak sekitar 6 m. Saat ini tinggal tembok pondasinya yang ditanami pohon rambutan di tengah-tengahnya.

  • Dua buah Rumah Keluarga:

Bangunan Rumah orang tua Bung Karno;

Bangunan rumah ini berada di ujung kiri bangunan utama menghadap selatan, berdenah I, memiliki 3 buah ruangan utama. Ruang depan terbagi menjadi 3 bagian yaitu ruang tamu dan 2 kamar tidur tamu. Rumah ini merupakan pembelian pertama ayahanda Bung Karno.

Bangunan di ujung sisi Barat:

Berada di ujung kanan bangunan utama menghadap selatan, berdenah I, memiliki 3 ruangan utama. Ruang depan terbagi menjadi ruang tamu dan kamar tidur tamu. Ruang tengah terbagi menjadi ruang keluarda dan 2 kamar tidur. Ruang belakang terbagi menjadi ruang makan dan kamar tidur.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjatim/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjatim/istana-gebang-saksi-masa-muda-bung-karno/
Comments
Loading...