Hotel Graha Cakra Malang

0 45

Hotel Graha Cakra

Gedung Graha Cakra Hotel merupakan salah satu gedung peninggalan masa kolonial Belanda yang dibangun di kawasan perumahan elit di Taman Cerme (dulu dikenal sebagai Tjermeplein) Kota Malang. Hotel ini masih mempertahankan arsitektur asli yang dibangun tahun 1935 oleh arsitek Ir. W. Mulder dari dinas Pekerjaan Umum Kota Malang. Gaya bangunan yang saat itu populer yaitu Nieuwe Bouwen. Nieuwe Bouwen berciri dengan bangunan berbentuk kubus dan atap lurus. Bangunan peninggalan Belanda ini awalnya adalah gedung Maconieke Lodge dan digunakan oleh The Society of Freemasons di Kota Malang.

Pada tahun 1964, bangunan ini digunakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Malang. Sejarah berdirinya RRI di Malang sendiri berawal dari stasiun pemancar satu-satunya milik Belanda yang berada di gedung sekolah tepat di pertigaan Oro-oro Dowo dan Jalan Bandung sekitar tahun 1940-an.

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, stasiun pemancar ini diambil alih dan berganti nama menjadi Nederland Indische Radio Omroep Malang (NIROM). Pada saat kemerdekaan Indonesia, radio ini menjadi RRI Malang yang menyiarkan langsung ke seluruh Indonesia. Sayangnya pada saat pecah Agresi Militer Belanda I pada 1947 di Malang, gedung dihancurkan bersama seribuan gedung fasilitas Belanda lainnya.

Sejak saat itu di Malang tidak ada stasiun radio hingga tahun 1955. Kotapraja Malang mengajukan kembali pendirian RRI ke pemerintah pusat tetapi belum dapat terlaksana. Pada peringatan ulang tahun ke-18 Divisi Brawijaya tanggal 17 Desember 1963 diadakan siaran percobaan yang diberi nama Siaran Radio Brawijaya. Pada tanggal 27 Desember 1963 Menteri Penerangan RI mengeluarkan surat No.296/PMUAV/63 agar panitia pembangunan radio di Malang melanjutkan siaran di bawah RRI pusat. Tahun 1964 RRI menempati gedung baru di Jalan Cerme yang sekarang menjadi Hotel Graha Cakra.

Pada tanggal 11 September 1964, Menteri Penerangan Republik Indonesia di Jakarta meresmikan pembukaan siaran RRI Studio Palangka Raya bertepatan dengan Hari Radio XIX. Secara bersamaan juga diresmikan RRI Studio Malang. Setelah menempati gedung baru di Jalan Candi Panggung sampai sekarang, gedung RRI ini akhirnya beralih fungsi menjadi Hotel Graha Cakra.

Pada tahun 1993, bangunan ini direnovasi dengan tetap mempertahankan nilai sejarah, bentuk asli, dan arsitekturnya yang bernuansa kolonial. Renovasi selesai pada akhir 1994 dan pada Januari 1995 Graha Cakra mulai menerima tamu dengan menyediakan sebanyak 51 kamar dalam berbagai jenis tipe. Bangunan asli warisan Belanda dipakai sebagai lobby, Restoran Cendrawasih, Chandra Kirana Hall, dan sejumlah kamar hotel. Sebagai perluasan, dibangun pula gedung sayap tambahan untuk dijadikan kamar tamu hotel.

Konsep Hotel Graha Cakra mempertahankan nilai historikal gedung. Di halaman hotel, tamu disambut dengan kendaraan antik yang sengaja ditempatkan pihak hotel. Begitu juga dengan interior hotel yang dipenuhi dengan barang-barang antik seperti radio, permainan tradisional Jawa, patung, ukiran serta keramik yang seluruhnya membawa para tamu seperti berada di masa kolonial. Selain itu, karyawan hotel yang bekerja menggunakan pakaian tradisional Jawa semakin mendukung suasana kolonial di dalam hotel. Jumlah kamar yang tidak terlalu banyak membuat keakraban antara tamu dengan karyawan hotel semakin terasa.

Karena bangunan hotel merupakan gedung lama yang direnovasi tanpa merubah arsitektur asli maka terdapat keterbatasan ruang seperti penempatan lift yang sempit. Sehingga tamu tetap harus menaiki anak tangga untuk mencapainya. Begitu juga dengan kondisi kamar mandi yang masih menggunakan peralatan standar untuk hotel sekelas Graha Cakra. Di dalam hotel juga terdapat fasilitas kolam renang yang terletak di lantai dasar. Di sekeliling kolam renang juga terdapat beberapa kamar yang terlihat lebih modern dibandingkan kamar-kamar di lantai atas.

Lokasi hotel yang berada di tengah Kota Malang ini memudahkan para tamu untuk berkeliling kota. Tak jauh dari hotel terdapat pusat perbelanjaan dan berbagai rumah makan berada di sekeliling hotel sehingga tamu tidak akan bosan untuk tinggal lebih lama di hotel ini. Hotel juga menyediakan makanan tradisional yang bisa disantap para tamu di dalam restoran ataupun dengan layanan kamar yang tersedia 24 jam. Dengan menginap di Hotel Graha Cakra, para tamu akan merasakan pengalaman yang berbeda dibandingkan di tempat penginapan lain. Konsep hotel yang mengusung masa kolonial merupakan nilai yang berbeda, serta keramahtamahan karyawan dalam melayani para tamu yang menginap menjadi nilai tambah hotel ini.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/5214/hotel-graha-cakra/
Comments
Loading...