Hoof Dkantoor van de Deli Spoorweg Maatschappij Sumatera Utara

0 36

Hoof Dkantoor van de Deli Spoorweg Maatschappij

Beberapa gedung peninggalan Belanda masih bisa dilihat di Medan, Sumatera Utara. Salah satunya adalah Hoof Dkantoor van de Deli Spoorweg Maatschappij. Kantor PJKA Divisi regional I Sumatera Utara adalah salah satu bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Kota Medan. Kantor ini terletak di Jalan Prof HM Yamin, No 14, Medan.

Berdasarkan sejarah, gedung ini dulu bernama Hoof Dkantoor van de Deli Spoorweg Maatschappij dan merupakan kantor pusat dari perusahaan kereta api Deli. Gedungnya sendiri dibangun bersamaan dengan pembangunan kereta api deli di Medan sekitar tahun 1883 yang merupakan inisiatif JT Cremer.

Sekitar tahun 1863-1870, wilayah Pantai Timur Sumatera menjadi kawasan yang sangat penting di Hindia Belanda. Pertumbuhan ekonomi perkebunan kolonial itu telah mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor lain yang pada akhirnya membuat Deli (Medan) menjadi daerah yang maju dan berkembang pesat.

Seiring dengan semakin berkembangnya komoditas perkebunan di Sumatera Timur, telah mendorong penataan di sejumlah bidang untuk mendukung pengembangan Kota Medan dan Sumatera Utara menjadi kawasan yang maju dan modern.

Penataan itu seperti pembangunan berbagai perkantoran yang mengurusi layanan publik, perhotelan, sarana jalan dan jembatan, tempat rekreasi, perbankan, rumah sakit, pendidikan, rumah ibadah, termasuk di dalamnya perumahan dan pertokoan.

Untuk kepentingan pengangkutan komoditas perkebunan ke pelabuhan, maka dibangunlah jaringan kereta api di tanah Deli dengan rute pertama dari Medan ke Labuhan. Gedung Hoof Dkantoor van de Deli Spoorweg Maatschappij pun dibangun sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Deli.

Bangunan gedung kantor ini sendiri mengikuti arsitektur Eropa saat itu dengan beton tebal dan dilengkapi balkon bergaleri, agar sirkulasi udara dan cahaya matahari berjalan baik. Arsitekturnya cocok untuk wilayah iklim tropis.

Saat ini, gedung telah berganti nama menjadi Kantor PJKA Divisi regional I Sumatera Utara. Fungsi dan arsitektur gedung pun masih tetap dipertahankan seperti aslinya.

Di bagian dalam ruangan juga terdapat galeri foto-foto kondisi perkeretaapian di Sumatera Utara dalam sejarah. Terdapat juga miniatur lokomotif yang cantik dan sebuah lonceng yang dulu dibunyikan sebagai penanda waktu istirahat.

Source https://travel.detik.com https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-3080851/mengingat-sejarah-gedung-peninggalan-belanda-di-medan/2
Comments
Loading...