situsbudaya.id

Gua Te’et Kalimantan Timur

0 42

Gua Te’et

Gua Te’et dapat dijangkau dengan akses perahu dari basecamp Tewet ke arah selatan ±10 menit kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki datar menuju lereng gunung Gergaji. Dengan menelusuri lereng gunung Gergaji ke arah selatan hingga mencapai sebuah rongga gua sebagai akses utama menuju gua Te’et.dari rongga gua gelap yang cukup besar hingga tembus ke gua Te’et sekitar 100 meter. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Gua Te’et yaitu ±1 jam.

Datum point dibuat di atas permukaan batuan karst yang cenderung datar, letaknya di sisi kanan mulut Gua Te’et dengan situasi yang lebih terbuka. Titik datum point tersebut adalah X 0528370 Y 0112239 dengan ketinggian 106 dari permukaan air laut, akurasi GPS 5 meter. Data diambil pada tanggal 14 Agustus 2015 Pukul 11.40 WITA dengan kondisi cuaca cerah.

Gua Te’et berada di ketinggian 106 meter dari permukaan air laut. Dengan lebar mulut gua 6.35 meter dan tinggi 4.50 meter. Gua ini merupakan rongga di tebing vertikal, sehingga di depan mulut gua merupakan tebing 90° hingga ke lereng, dan ketinggian dari lereng ±60 meter. Gua ini tidak terlalu luas dengan bagian terdalam sejauh 14.89 meter dari mulut gua. Namun sisi kanan belakang tembus hingga ke ruang gua yang sangat luas dan panjang yang sekaligus sebagai akses menuju gua Te’et. Temuan berupa gambar terletak di dinding sisi kiri gua. Bagian mulut banyak ditumbuhi pohon-pohon kecil dengan diameter paling besar 5 cm. Bagian lantai juga banyak ditumbuhi tumbuhan dari jenis paku dan rumput.

 Gua ini banyak dimanfaatkan oleh para pemburu sarang walet hingga saat ini dan terlihat bekas tungku dapur serta bekas asap pada dinding gua berwarna hitam. Selain itu terdapat terpal coklat bekas perlengkapan untuk alas tidur yang terletak di rongga sisi kiri gua dekat dari gambar. Keseluruhan rongga-rongga kecil dalam gua ini dimanfaatkan sebagai ruang aktifitas memasak.Gua Te’et termasuk gua aktif terlihat dari bentuk-bentuk stalaktit dan flowstone yang terbentuk dari aliran air di atap gua. Dinding gua bagian atas terlihat warna hijau akibat pertumbuhan lumut dan ganggang. Demikian halnya dengan rongga-rongga kecil yang tidak mendapat pencahayaan akan terlihat lebih lembab.

Batas Gua Te’et di sebelah utara, selatan, dan timur berupa gunung karst dan di sebelah barat berupa tebing. Morfologi permukaan gua berupa tebing curam, dengan proses karstifikasi yang aktif. Ketinggian gua dari dasar yaitu sekitar 60 meter, tinggi langit-langit ruang gua 4,8 meter, dan luas ruang Gua 137,76 meter2. Ornamen gua di Gua ini yaitu: flowstone, stalaktit, stalagmit, dan pilar dengan pencahayaan pada zona remang-remang hingga gelap. Pemanfaatan/fungsi situs untuk tempat peristirahatan pemburu lokal dan menjaga sarang walet. Jenis potensi ancaman antara lain rembesan air yang menutupi gambar gua, cuaca panas dan lembab, debu yang bersentuhan langsung dengan gambar, sarang tawon, kotoran kelelawar, lumut, vandalisme, sentuhan pengunjung, asap rokok, dan lain-lain.

Temuan pada gua Te’et berupa gambar cadas warna hitam yang terletak pada dinding sisi kiri gua, tepatnya pada rongga atau relung rendah. Bentuk gambar cadas berupa manusia dengan teknik tera. Pada bagian pinggang terdapat gambar yang kemungkinan pedang atau parang (Mandau Dayak) terselip dipinggang dengan bagian gagang membentuk lengkungan. Kemudian tangan kanan memegang tombak atau lembing. Teridentifikasi sebanyak 5 (lima) buah gambar seperti yang tersebut di atas. Namun sebagian besar gambar tersebut telah tertutup, dihapus karena perilaku vandalisme berupa coretan hitam, tulisan dan gambar-gambar. Perilaku vandalisme ini kemungkinan dilakukan oleh para pemburu sarang walet karena hingga sekarang ceruk ini masih dimanfaatkan untuk tempat peristirahatan para pencari sarang walet. Kemungkinan beberapa gambar hitam lain telah dihapus/ditimpa dan diganti dengan gambar tulisan vandalisme. Menurut Pak Kusmin (juru pelihara ceruk Karim) bahwa tulisan/gambar vandalisme tersebut telah diusahakan untuk dihapus dengan menggunakan deterjen namun tidak bisa bersih terlepas goresan arang tersebut.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/gua-teet-kawasan-karst-sangkulirang-mangkalihat/
Comments
Loading...