Gua Tamrin Kalimantan Timur

0 93

Gua Tamrin

Situs tersebut berada kurang lebih 40 meter dari tepi Sungai Marang. Situs terdekat dari situs ini adalah Liang Lungun yang berada sekitar 500 meter ke arah selatan. Untuk mencapai gua ini sangat sulit karena harus melalui lereng bukit yang terjal untuk kemudian dilanjutkan dengan penggunaan alat panjat tebing. Teras yang menjadi jalan masuk ke gua juga sudah runtuh, sehingga harus merapat ke dinding bukit 5 meter untuk mencapai mulut gua. Gua Tamrin masih satu gugusan dengan Gua Tengkorak, Liang Lungun, dan Gua Sungai. Vegetasi yang ada di sekitar gua masih mengalami suksesi dan menunjukkan beberapa jenis tumbuhan pioner penghuni hutan sekunder. Tumbuhan yang berada pada bagian atas gua terdiri dari tumbuhan semak dan ara beringin yang dicirikan dengan akar menjuntai.

Situs ini memiliki batas-batas sebagai berikut, di sebelah utara dan barat berbatasan dengan Sungai Marang, sedangkan batas situs di sebelah selatan dan timur berbatasan dengan tebing menara karst. Mulut gua menghadap ke arah barat laut dan berbatasan langsung dengan bibir bukit, memiliki lebar berukuran 17 meter dengan tinggi 25 meter.

Denah lantai memanjang ke arah tenggara dengan ukuran 150 meter. Bagian lantai terlihat kering dengan kontur menurun hingga kedalaman 2 meter hingga batas zona terang dengan selisih tinggi mencapai 2 meter. Sirkulasi udara baik dengan intensitas cahaya dan kelembaban yang cukup pada zona terang untuk dapat beraktifitas di dalamnya. Zona berikutnya adalah zona remang yang dilanjutkan dengan zona gelap total. Peralihan antar zona tersebut ditandai dengan adanya lorong gua yang menyempit dengan ukuran lebar 120 cm dan tinggi 1 meter.

Situs yang dimanfaatkan sebagai tempat penguburan ini memiliki banyak gambar cadas. Selain gambar cadas juga dijumpai akumulasi pecahan gerabah, gigi, dan fragmen tulang manusia. Secara umum gambar cadas yang ada berada pada bidang yang diterpa langsung oleh sinar matahari. Gambar cadas yang ada terlihat tipis sehingga sulit dilihat langsung karena dilukis pada bagian langit-langit setinggi 5 meter di atas lantai gua. Selain itu, pelukis prasejarah sering membuat gambar di tempat-tempat yang sukar dijangkau seperti lubang, rongga, atau, ceruk yang ada di dinding gua.

Berdasarkan penelitian yang beberapa kali telah dilakukan (Fage, 2011:121) di dinding Gua Tamrin ini dijumpai beberapa gambar cadas, yaitu: 41 sosok antropomorfik, 8 rusa, 1 babi hutan, mamalia yang tidak teridentifikasi, 1 sosok zoomorfik, 2 gambar meliuk, Roda matahari, dan sejumlah lingkaran konsentris. Selain itu 87 cap tangan, terdiri dari 23 cap tangan kanan dengan 5 diantaranya dihiasi, 36 cap tangan kanan dengan 10 diantaranya bercorak, ditambah 27 cap tangan yang tidak jelas dengan 2 diantaranya bercorak. Selain itu 6 figur antropomorfik bersongkok dengan dua ekor rusa dan bentuk geometris besar (spiral atau lingkaran konsentris).

Namun demikian beberapa gambar dinding yang dapat diidentifikasi oleh tim terdiri dari: Sosok antropomorf sebanyak 29 gambar, Sosok rusa sebanyak 2 gambar, pohon madu 1 gambar, sosok kura-kura 2 gambar, cap tangan 27 gambar. Selain itu pada bagian ceruk yang berada di bagian bawah gua (sisi selatan), dijumpai fragmen gerabah dan fragmen tulang manusia yang diduga sengaja dikumpulkan. Ancaman yang telah terjadi adalah kebakaran hutan, longsor pada bagian teras, dan gangguan monyet yang berkeliaran di sekitar situs.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/gua-tamrin-kawasan-karst-sangkulirang-mangkalihat/
Comments
Loading...