Gua Pappanaungang I Sulawesi Selatan

0 87

Lokasi Gua Pappanaungang I

Gua Pappanaungang I terletak di Dusun Parang-Parang Desa Bowong Cindea Kecamatan Bungoro, Sulawesi Selatan.

Gua Pappanaungang I

Gua ini berada pada gugusan Bulu Bukulu yang secara astronomis terletak pada titik S 04º48’15.0” dan E 119º31’ 23.1” dengan ketinggian 11 m dpl.  Arah mulut gua menghadap ke timur yang di depannya terlihat hamparan sawah. Untuk menuju ke gua tersebut melewati pematang sawah yang jaraknya sekitar ±200 m dari jalan aspal. Jarak gua ini dari garis pantai sekitar 2,5 km. Terdapat 2 ruang gua yang dipisahkan oleh pilar. Ukuran ruang di sebelah kanan yaitu lebar 13 m, tinggi dari permukaan tanah 6 m dan panjang lorong 5 m. Di sebelah kiri, lebar ruang gua sekitar 14 m dengan panjang lorong hingga  3 m dengan ketinggian hanya 3 m.

Gua ini dimanfaatkan masyarakat setempat menyimpan sekam padi dan sebagai kandang ternak. Terlihat dengan banyaknya kotoran sapi dan juga sekam padi  di sekitar lantai gua. Intesitas cahaya di dalam gua relatif baik dengan kondisi langit-langit gua yang agak lembab.

Di langit­­-langit gua ditemukan beberapa lukisan dinding yang memiliki berbagai bentuk. Lukisan pertama berbentuk dua jari tangan berwarna merah dengan teknik cetak semprot. Letaknya berada pada panel gua yang berada di ruang gua sebelah kanan dengan kondisi lukisan sudah mulai terkupas. Lukisan kedua sebagian besar telah terkupas sehingga sangat sulit di identifikasi. Lukisan ini terlihat hanya berupa garis berbentuk oval berwarna merah dengan teknik oles. Panjang lukisan yang terlihat hingga 65 cm dengan lebar 70 cm. Letak lukisan ini berdekatan lukisan jari tangan.

Lukisan yang ketiga sebagian besar telah terkupas sehingga sangat sulit pula untuk di identifikasi. Lukisan yang terlihat hanya berupa garis yang berbentuk oval berwarna merah dengan teknik oles. Letak lukisan ini berdekatan pula dengan lukisan jari tangan. Lukisan keempat berbentuk menyerupai perahu berwarna merah dengan teknik oles.  Lukisan ini juga berada pada panel yang berdekatan dengan lukisan jari tangan. Keempat lukisan ini dapat disentuh karena terdapat lantai dari  ornamen gua yang lebarnya 50 cm dan tingginya  dari lantai dasar gua hingga 2 m.

Di ruang sebelah kiri gua ditemukan 1 indikasi lukisan yang terlihat di dinding gua. Lukisan tersebut berwarna hitam dengan bentuk yang sulit di identifikasi karena mulai pudar dan terkupas. Bentuk yang terlihat hanya berupa garis yang berbentuk setengah lingkaran.

Di sekitar lantai ruang gua sebelah kiri, ditemukan 5 framen bagian badan gerabah. 1 di antaranya ditemukan tersingkap di lantai gua. Selain itu, sebaran cangkang moluska terlihat di sekitar lantai gua tersebut. Jenis cangkang muluska yang paling dominan adalah Archidae. Lantai ruang gua sebelah kanan yang dijadikan sebagai kandang ternak menyebabkan sulitnya untuk menemukan temuan permukaan di ruang ini.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-179/gua-pappanaungang-i.html
Comments
Loading...