Gua Oenaek Kupang

0 49

Lokasi Gua Oenaek

Gua Oenaek terletak di Kabupaten Kupang, NTT.

Gua Oenaek

Menurut cerita nenek moyang dahulu Gua Oenaek bernama “Bola Oenaek Fufun” (lubang kepala mata air) karena berada diatas bukit batu yang berjarak 40-an meter dari sumber mata air oenaek. Gua ini dipercaya sebagai tempat tinggal “roh” yang berwujud perempuan tua dan berbuah dada besar, juga kadang mengambil wujud seekor kadal besar atau ular liuksaen (sanca timor). Roh itu bernama “Pah Oel” (tuan air) atau “Pah Metto” (tuan tanah).

Dalam hubungan dengan keyakinan tersebut nenek moyang dalam fungsi sebagai tua adapt suku (suku metto) dalam kefetoran Manbait yang sekarang telah menjadi Kec. Fatuleu dan Kec. Takari sering melakukan ritual untuk menjaga kualitas hubungan dengan penghuni gua tersebut selain untuk mendoakan kesejahteraan, keselamatan dan ritual lainnya dengan cara menyembelih seekor babi berwarna merah atau seekor kerbau yang darah dan bulunya dicurahkan di depan mulut gua Oenaek dan di sekitar mata air agar mata air terus mengalir airnya.

Keyakinan dan ritual ini memberikan nilai sacral yang tinggi kepada gua Oenaek dan mata airnya dalam perspektif agama suku (halaika) yang dianut oleh para orang tua pendahulu. Pada waktu lampau syarat ritual sembelih hewan di depan gua menjadi ketetapan adat dan keyakinan spiritual yang melahirkan perilaku ramah terhadap alam sehubungan dengan kebutuhan masyarakat akan air bersih dari sumber mata air Oenaek, kayu baker dan batu-batuan di sekitar gua yang tidak boleh sembarangan diambil karena bias menyebabkan kematian atau celaka bagi yang melanggarnya.

Keberadaan gua Oenaek sebagai salah satu benda bentukan alam mempunyai nilai peran yang sangat penting bagi ekosistem lingkungan alam maupun bagi kehidupan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Nilai peran ini digambarkan sebagai berikut:
1. Gua yang secara structural meterinya terdiri dari sebuah batu besar berongga, berstruktur kasar di bagian luarnya dan beberapa bagian dinding dalam ruang gua lebih halus karena dilapisi dengan endapan kapur.

2. Gua yang pada ruang dalamnya terdapat stalaktit yang kurang sempurna ini merupakan tempat tinggal beberapa jenis reptile seperti ular, kadal dan beberapa jenis binatang moluska juga serangga.

3. Gua yang memiliki ruang dari luar ke dalam makin mengerucut ini juga dikelilingi oleh beberapa tumbuhan kecil maupun pohon-pohon besar yang berfungsi Meningkatkan daya serap air hujan dan daya tampung air tanah bagi supply air tanah mata air Oenaek yang berjarak 40-an neter dari gua. Pepohonan itu juga memproduksi oksigen berlimpah dan menghasilkan udara sejuk bagi lingkungan sekitarnya. Situs ini memiliki stuktur yang berundak-undak/bertangga untuk mencapai ke lokasi gua.

Source http://pariwisata.serverjogja.com/home http://pariwisata.serverjogja.com/objek/237-gua_oenaek
Comments
Loading...