Gua Maria Tritis Wonosari

0 654

Lokasi Gua Maria Tritis

Gua Maria Tritis terletak 50 KM selatan kota Yogyakarta, arah Pantai Baron, yang ditempuh dalam waktu satu setengah jam. Berada di salah satu deretan bukit pegunungan seribu, tepatnya di Dusun Bulu, Kabupaten Gunung Kidul, Wonosari.

Gua Maria Tritis

Gua Maria Tritis mulai dikenal umat Katolik sekitar tahun 1974. Mulanya, gua ini ditemukan oleh seorang siswa SD Sanjaya Giring. Penemuan ini dilaporkan kepada Romo Al. Hardjosudarmo SJ. Mulailah usaha untuk mengembangkan gua alami ini menjadi sebuah tempat peziarahan.

Konon, Gua Tritis merupakan tempat angker. Gua ini menjadi tempat favorit para pertapa untuk mencari ilmu kanuragan. Menurut cerita-cerita yang beredar di tengah masyarakat, ada beberapa pangeran Kerajaan Mataram pernah bertapa di tempat ini, bahkan seorang pangeran mendapatkan wahyu Keraton Mataram. Karena keangkeran inilah, gua ini nyaris tidak terjamah oleh kebanyakan orang. Citra angker ini mulai berubah sedikit demi sedikit setelah ditemukan. Karena keindahan gua ini, ada ide untuk menjadikannya sebagai tempat doa. Mulai saat itulah gua ini tidak lagi menjadi tempat untuk bertapa mencari ilmu tetapi menjadi tempat untuk membangun relasi dengan Sang Pencipta.

Gua yang tadinya angker kini berubah menjadi tempat favorit para peziarah. Keindahan gua yang berhiaskan stalagtit dan stalagmit berukuran besar dapat menjadi sarana untuk merenungkan betapa kecil dan lemahnya manusia di hadapan Sang Pencipta. Ada juga lorong-lorong kecil yang terdapat di beberapa tempat dalam gua ini.

Pada tahun 1978, dibangun sebuah jalan salib sederhana dengan diorama kisah sengsara Yesus. Secara khusus pada perhentian ke-12, yakni saat Yesus disalibkan, dibangun tiga buah salib yang menggambarkan Yesus disalib bersama 2 penjahat. Pembangunan terus berjalan. Kini, lokasi jalan salib semakin menantang para peziarah. Dari tempat parkir, para peziarah diajak untuk menyusuri bukit karang. Sebagian berbeton cor, sebagian lagi melewati jalan bebatuan. Tantangan ini untuk semakin mendekatkan para peziarah akan makna penderitaan. Jika tidak ingin melakukan jalan salib, terdapat jalur pendek menuju gua.

Hari ke hari, kompleks Gua Maria Tritis terus dikembangkan. Ada banyak perubahan di sana-sini. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah para peziarah untuk berdoa di tempat ini. lantai tanah yang basah sedikit demi sedikit dipercantik. Lantai diratakan dan dipasangi conblok. Tebing yang persis berada di mulut gua diuruk sehingga semakin memperluas area gua.

Posisi patung Bunda Maria dan altar tempat merayakan Ekaristi pun mengalami perubahan. Patung dan altar yang semula berada di tengah dan menghadap ke arah dalam, kini telah berubah posisi. Patung Bunda Maria dipindah ke sisi lain. Jika kita masuk ke dalam, patung Bunda Maria berada di sisi kanan, tepat berada di bawah lokasi yang biasa di pakai untuk semedi. Sementara altar mengalami pergeseran. Kini, altar persis menghadap ke arah mulut gua. Begitu masuk, mata kita langsung melihat altar.

Source Gua Maria Tritis Wonosari Wonosari
Comments
Loading...