GPIB Purworejo

0 12

GPIB Purworejo

Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Purworejo terletak di Jalan Urip Sumoharjo No. 24 Purworejo, atau tepatnya di sebelah timur alun-alun. GPIB termasuk Gereja Protestan atau Indische Kerk. Awalnya, gereja ini sering disebut sebagai “gereja pemerintah”, karena kala itu gereja ini dipimpin oleh seorang pendeta yang adalah pegawai pemerintah. Gereja ini didirikan pada tanggal 12 November 1879 dengan arsitektur gaya Eropa beratap pilar dan pilaster bergaya Yunani (neoghotic). Gereja ini memiliki luas areal sekitar 1.450 m², dan telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten setempat sebagai cagar budaya dengan nomor inventarisasi 11-06/Pwr/TB/1.

GPIB berupa bangunan dengan arsitektur kolonial yang dicirikan dengan adanya pilar dan pilaster di bagian depan bangunan. Pada bagian depan bangunan gereja terdapat teras berdenah ukuran 1,5 x 3 meter berada di depan pintu utama. Penutup teras dari beton bertulang berbentuk lengkung setengah lingkaran yang ditahan oleh 2 pilar kolom dengan garis tengah 50 cm, dan 2 buah pilaster. Konstruksi pilaster dan kolom tersebut sekaligus merupakan penahan struktur menara lonceng setinggi 15 meter dari lantai.

Sedangkan, bangunan utama gereja ini berdenah ukuran 8 x 23 meter. Dilihat dari struktur bangunannya, dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu bangunan utama dan bangunan pelengkap. Bangunan utama memiliki ukuran 8 x 15 meter. Atap bangunan berbentuk pelana dengan kemiringan 50 derajat, tanpa tritisan. Konstruksi atap kuda-kuda dari kayu jati dengan penutup atap genteng flams. Kuda-kuda berjarak 3 meter menumpu pada pilar tembok ukuran 60 x 60 cm, dan dinding setebal 30 cm dengan ketinggian beberapa meter dari lantai. Di atas tembok sisi utara dan selatan terdapat talang kantong gorong-gorong air, dan pralon. Langit-langit bangunan utama terbuat dari kayu jati berada di bawah kuda-kuda. Secara structural, bangunan utama terdiri dari satu ruangan dengan satu buah pintu utama dan lima buah pintu penghubung serta sebagai penerangan terdapat delapan buah jendela. Jendela berbentuk lengkung lancip pada puncaknya. Secara fungsional bangunan utama memiliki tiga ruangan, yaitu ruang mimbar, ruang jemaat, dan ruang transit.

Ruangan mimbar berukuran 130 x 180 cm, dengan lantai tegel “gelar” abu-abu setinggi 80 cm dari lantai jemaat. Pembatas mimbar berupa dinding dari papan jati setinggi satu meter. Di depan mimbar, selebar ruang utama dibuat altar dengan ketinggian 40 cm dari lantai ruang jemaat.

Ruang jemaat memiliki ketinggian 60 cm dari tanah halaman. Lantai terbuat dari peluran yang dibuat nat-nat interval 53 cm. Sedangkan, ruang transit merupakan sebuah ruangan berdenah ukuran 3 x 3 meter dengan dinding papan jati dengan tiga buah pintu. Ruang transit terletak di sebelah dalam pintu utama.

Selain itu, di gereja tersebut juga terdapat bangunan sarana yang terdiri dari tempat ganti pendeta dan kantor pengurus gereja. Letak bangunan sarana di sbelah timur bangunan utama. Bangunan sarana mempunyai atap berbentuk limasan di sisi timur dan pelana di sisi barat (menempel pada tembok utama). Konstruksi atap menggunakan kuda sedukan dengan penutup atap berupa genteng flams ditahan oleh tembok setebal 30 cm setinggi 4 meter.

Struktur ruangan sarana dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sisi timur berdenah ukuran 5 x 8 meter sebagai ruang kantor. Lantai ruangan dari tegel abu-abu, di dinding utara dan selatan terdapat dua buah jendela, salah satu jendela (jendela sisi selatan) diturunkan letaknya dan dialihfungsikan sebagai pintu penghubung ruang kantor dengan rumah pendeta. Pada dinding timur terdapat pintu keluar menuju ke selasar belakang bangunan. Langit-langit ruangan ditutup dengan eternit yang menempel pada usuk mengikuti kemiringan atap. Di atas ruang ganti pendeta, terdapat loteng yang difungsikan sebagai gudang. Untuk naik ke loteng menggunakan tangga kayu yang masih difungsikan sampai sekarang.

Source http://kekunaan.blogspot.com http://kekunaan.blogspot.com/2012/09/gpib-purworejo.html
Comments
Loading...