GKJW Jemaat Wonorejo Jawa Timur

0 155

Lokasi GKJW Jemaat Wonorejo

Gereja ini terletak di Jalan Wonokerto-Bantur, Desa Wonorejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Gereja ini berada di sebelah timur Mushola Al Hikmah, atau sebelah utara Balai Desa Wonorejo ± 300 m.

Sejarah GKJW Jemaat Wonorejo

GKJW  Jemaat Wonorejo merupakan salah satu gereja pribumi yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Munculnya jemaat di desa ini tidak lepas dari berdirinya Desa Wonoreja sebagai sebuah Desa Kristen yang berada di wilayah Malang Selatan. Para penduduk bumiputra pada awal kehadiran Kristen di Malang memiliki peran yang tidak kecil terutama sebagai pembuka desa. Di Malang Selatan, ketika dilakukan pembukaan desa-desa baru, biasanya dipimpin oleh seorang bumiputra Kristen. Mereka membuka desa baru dengan membuka hutan belantara yang tidak dihuni dan memenuhi syarat untuk dittinggali. Ini terjadi pada pembukaan hutan yang kemudian menjadi Desa Kristen Wonorejo.

Pada awal berdirinya desa Kristen posisi guru Injil memang berhubungan dengan pembuka desa. Kedua posisi ini dipegang oleh dua orang yang berbeda. Namun posisi pemimpin desa setelah masa jabatannya habis bisa juga menjadi guru Injil pada desa yang sama.

Setelah komunitas Kristen mulai terbentuk di Desa Wonorejo, jemaat mulai memikirkan untuk mendirikan sebuah tempat ibadah atau gereja. Tempat ibadah merupakan salah satu sarana yang penting dalam proses penyebaran suatu agama. Begitu juga kehadiran desa Kristen di Wonorejo, juga diikuti dengan keberadaan tempat ibadah, sekalipun semula dalam kondisi keterbatasan dana dan bahan.

Awalnya, tempat ibadah komunitas Kristen di desa itu berada di rumah tetua jemaat. Kemudian gereja di Desa Wonorejo telah mengalami dua kali perpindahan lokasi hingga di lokasi yang sekarang ini. Pembangunan gereja yang sekarang ini tidak ada catatan resmi yang menjelaskan secara rinci. Diperkirakan pembangunannya dilakukan setelah pendirian terlebih dahulu gereja di Swaru (3 Desember 1912), karena di sejumlah literatur yang ada, perkembangan GKJW di daerah Malang diawali di Swaru (1857), Peniwen (1880) dan disusul Wonorejo-Bantur (1887).

Bangunan GKJW Jemaat Wonorejo

Dilihat dari fasadnya, bangunan GKJW Jemaat Wonorejo memiliki gaya arsitektur bangunan gereja yang ada di Eropa pada umumnya. Beratap limasan dengan kemiringan. Hanya saja tidak ada porch ruang masuk pintu utama, yang ada porch di bagian belakang gereja.

Pintu utama terletak di bagian depan di sisi kiri dan kanan. Pintunya lumayan tinggi, dan di atasnya terdapat lengkungan. Sedangkan, letak  jendela berderet pada dinding sisi kiri dan kanan dari bangunan yang simetris ini. Perletakan jendela yang cukup tinggi ini mempunyai fungsi sebagai sirkulasi udara agar udara yang berada di dalam gereja tidak terlalu kering, sehingga kesejukan tetap terjaga.

Yang menarik lagi dari bangunan gereja ini, di bawah gevel terdapat tulisan dengan menggunakan aksara Jawa yang berbunyi: Allah Ingkang Murbeng Wisesa Kaluhuran Aswata”, yang artinya Allah yang mempunyai kebijaksanaan dan hikmat adalah sumber kebaikan hidup. Maka, harapannya dengan berdirinya gereja itu, diharapkan jemaat Wonorejo memuliakan nama-Nya.

Source GKJW Jemaat Wonorejo Jawa Timur
Comments
Loading...