Gereja Sion Tomohon 1831 Sulawesi Utara

0 77

Lokasi Gereja Sion Tomohon 1831

Gereja Sion terletak di Kelurahan Paslaten Dua, Kecamatan Tomohon Tengah, Kabupaten Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara dengan koordinat 01019’33,1”LU-124050’20,7”BT dan ketinggian 770 mdpl.

Gereja Sion Tomohon 1831

Bangunan gereja yang sekarang diberi nama Sion Tomohon tersebut terletak di pusat kota Tomohon, tepatnya berada kawasan pusat aktivitas padat penduduk, dimana terdapat sejumlah bangunan berupa pertokoan (ruko dan swalayan), pasar sentral Kota Tomohon, rumah sakit umum, perkantoran (Bank Mandiri), dan bangunan pendidikan selain sejumlah bangunan tersebut lingkungan Gereja Sion Tomohon juga dipadati pemukiman penduduk.

Bangunan ini merupakan tempat ibadah bagi umat Kristen protestan, yang berciri arsitektur Eropa dan masih dipertahankan oleh pemerintah Kota Tomohon hingga sekarang. Pendirian gereja Sion Tomohon di mulai pada tahun 1831yang didirikan di atas permukaan tanah datar dengan luas lahan ± 1978,5 M² dan luas bangunan gereja 31,2 x 18 M². Di dalam halaman bangunan gereja sekarang ini terdapat taman bunga dari berbagai jenis tanaman hias yang terletak di sebelah Selatan dinding gereja dan sejumlah makam pendeta dan pemrakarsa pendirian gereja Sion Tomohon.

Secara kesuluruhan halaman gereja ini telah di tata untuk memperindah bagian taman halaman gereja, terlihat dari fasilitas pendukung yang terdapat di sekitar bangunan gereja, yaitu akses jalan masuk menuju halaman gereja telah di aspal, lahan parkir yang terdapat di bagian depan pintu masuk gedung gereja, pagar pembatas lahan bangunan, pintu gerbang, aula persemayaman jenazah yang terletak di sebelah Timur tepatnya di sisi kanan taman gereja, dan fasilitas toilet umum yang terdapat di sisi kanan belakang gedung gereja. Pembangunan sarana pendukung tersebut dilakukan dari peran serta masyarakat melalui swadaya jemaat gereja yang di kelola oleh yayasan gereja Sion Tomohon, pemerintah Kota Tomohon dan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Bentuk bangunan gereja ini memperlihatkan penggabungan seni arsitektur bangunan Neo-klasik Eklektik Eropa abad XIX sampai XX. Orientasi bangunan gereja menghadap ke arah Barat yang ditandai dengan keletakan pintu utama (depan) yang memiliki ukuran panjang 2,9 meter, lebar pintu 2 meter, daun pintu menggunakan sistem berdaun ganda, bahan pintu menggunakan balok kayu berbentuk persegi panjang, teknik penyambungan yang digunakan untuk pembentukan daun pintu dengan sistem baut. Denah bangunan gereja tersebut memiliki bentuk segi empat dengan berbagai interior ornamen yang terdapat di bagian luar bangunan. Denah atap bangunan gereja juga memiliki bentuk segi empat yang mengikuti bentuk denah ruang bangunan. Di bagian depan tengah atap memiliki sebuah lantern yang merupakan menara lonceng gereja berbentuk segi empat dan menempel pada bangunan utama. Lantern tersebut memiliki acroterion yang merupakan hiasan pada sudut atap bangunan menara lonceng.

Acroterion tersebut memiliki penampang berbentuk L terbalik dan terdapat di tiap sudut menara lonceng serta bagian sisi tengah menara. Dekorasi lainnya yang terdapat di bagian lantern menara lonceng gereja adalah ventilasi udara yang mengelilingi tiap sisi permukaan dindingnya. Bentuk dasar menara lonceng memiliki dinding penampang yang berbentuk trap bersusun dua yang menempel pada dinding depan bangunan utama.

Dinding gereja ini memiliki bentuk interior ornamen berupa cornice yang terlihat sekeliling sisi ujung dinding, bagian bawah cornice memiliki bentuk entablature berupa deretan balok yang memiliki spasi. Di tiap sudut paling atas dan tengah dinding bangunan terdapat dekorasi molding dengan bentuk penampang tegak lurus serta buttres yang merupakan kolom tiang yang menyatu dengan dinding di bagian luar bangunan. Dekorasi pelengkap lainnya yang terdapat di bagian kolom dinding bangunan gereja Sion Tomohon di isikan dengan ventilasi dan jendela yang memiliki interior menyerupai buttres namun bentuknya lebih kecil.

Ventilasi dan jendela yang terdapat pada kolom dinding luar gereja di buat menjadi satu bagian yang tersusun dan diberikan kolom spasi persegi panjang antara ventilasi dan jendela bangunan. Bagian kaki bangunan memiliki pondasi. Pondasi yang dimiliki pada bangunan tersebut menyatu dengan bagian dinding bangunan yang diberikan pelipit. Setiap keliling sisi paling bawah pondasi terdapat pembatas yang ditanami tanaman hias. Di bagian pintu masuk gereja terdapat tangga masuk dengan anak tangga yang berjumlah 5 buah dan di bagian tengah tangga terdapat sebuah pegangan tangga berbahan stainless steel.

Memasuki bagian dalam ruang gereja, terdapat pola ruang yang berbentuk aisle yang merupakan ruang memanjang pada gereja. Dalam ruang tengah bangunan terdapat deretan bangku kayu yang diperuntukkan bagi jemaat gereja. Di bagian paling depan terdapat sebuah panggung dan mimbar gereja yang menggunakan konstruksi bahan dari kayu berbentuk papan yang melintang memanjang. Di tiap sisi kanan dan kiri depan bangunan gereja memiliki dua buah lorong yang mengarah ke bagian belakang gereja. Sedangkan di bagian lantai dua gereja tepatnya di dekat ruang pintu masuk gereja terdapat ruang yang berbentuk persegi empat, untuk menuju ke lantai dua tersebut terdapat dua buah tangga yang terletak di sisi kanan dan kiri. Ruang di lantai dua tersebut berfungsi untuk sekelompok paduan suara gereja di saat akan dilaksanakan ibadah.

Bagian dinding plafon terlihat bahan yang digunakan secara keseluruhan masih menggunakan kayu papan yang di buat melintang dan di cat berwarna putih, interior yang yang terdapat di setiap plafon di pasangkan 18 buah mata lampu dan di bagian tengahnya terdapat 1 buah lampu gantung yang terbuat dari kuningan. Bagian dinding dalam Nampak terlihat penggunaan kolom-kolom di tiap dinding yang sebelumnya terdapat di bagian luar dinding banguanan. Di bagian lantai, secara keseluruhan menggunakan tegel berbahan marmer yang berwarna putih keabu-abuan, sedangkan bahan lantai yang terdapat di lantai 2 menggunakan kayu papan yang juga dibuat melintang memanjang. Bagian Utara Gereja Sion berbatasan dengan rumah penduduk, arah Selatan berbatasan dengan Jalan raya, arah Timur berbatasan dengan rumah penduduk, dan arah Barat berbatasan dengan rumah sakit Bethesda.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbgorontalo/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbgorontalo/gereja-sion-tomohon-1831/
Comments
Loading...