Gereja Noemuti dan Rumah Pastur Atapnya Made in Belgium NTT

0 56

Gereja Noemuti dan Rumah Pastur Atapnya Made in Belgium

Daratan Timor merupakan daerah jajahan bangsa Portugis di awal abad ke-18, banyak tinggalan bangunan bersejarah yang memberikan gambaran tentang masa lalu terkait dengan misionaris yang dilakukan oleh Bangsa Portugis selama di Daratan Timor.

Salah satu bangunan yang masih tegak berdiri dan berfungsi dengan baik adalah Gereja Noemuti di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gereja ini memiliki lahan seluas 1 hektar yang dimiliki oleh Uskup Atambua (Dominikus Saku) yang dikelola oleh Rm. Agustinus Berek, Pr. Gereja Noemuti telah diregistrasi oleh Tim Registrasi BPCB Bali dengan nomor Bangunan 2/16-21/BNG/09

Gereja Noemuti dibangunan pada tahun 1925 dan sudah dilakukan perbaikan sebanyak 3 (tiga) kali khususnya pada bagian atap. Gereja ini memiliki pondasi pada bagian depan lebih rendah karena pada halaman depan Gereja tanahnya lebih tinggi dari pada halaman belakang. Denah bangunan Gereja Noemuti berbentuk seperti huruf “L” dengan pondasi dilapisi semen halus.

Fasad pada pintu masuk gereja terlihat menara lonceng yang disangga oleh dua buah tiang beton yang dilapisi batu alam.

Selain bangunan gereja terdapat juga bangunan tempat peristirahatan bagi pastur gereja yang disebut sebagai Rumah Pastur. Rumah Pastur ini memiliki panjang 16,07 m dengan lebar 9,71 m dengan kondisi masih utuh dan terawat.

Pondasi bangunan rendah hampir bisa dibilang memiliki ketinggian yang sama dengan halaman rumah. adapun lantai yang digunakan adalah tegel berbentuk persegi dengan warna abu-abu dan hitam. Rumah pastur ini memiliki 12 daun jendela, 1 serambi, 3 buah kamar tidur, dan 1 ruang makan. Atap dari rumah pastur ini terbuat dari seng dengan plavon berwarna abu-abu dan terdapat tulisan “Made in Belgium”.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/gereja-noemuti-dan-rumah-pastur-atapnya-made-in-belgium/
Comments
Loading...