Gereja Kota Kupang NTT

0 333

Lokasi Gereja Kota Kupang

Gereja Kota Kupang terletak di Kabuepaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Gereja Kota Kupang

Jemaat Gereja Kota Kupang adalah Jemaat tua dalam GMIT yang bertumbuh bersama dengan berdirinya Benteng VOC di Kupang. Embrio pelayanan dimulai tahun 1614. Ini berawal dari datangnya Pendeta Belanda bernama Ds. Matheos Van den Broeck yang dipindahkan Pemerintah VOC dari Saparua Ambon. Jemaat kecil yang bertumbuh dalam benteng inilah yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal berdirinya Jemaat Kota Kupang. Ada 5 periode perkembangannya yaitu:

  1. Periode Out Hollandshe Zending (1614 – 1819) : Perkembangan ini berawal dari kedatangan Ds. Matheos Van de Broeck pada tahun 1614 di Kupang dengan tugas utama adalah memelihara / merawat rohani pegawai/ Tentara VOC yang ada di Benteng Concordia dan dia juga menggelar perkabaran injil di luar benteng. Dia tercatat sebagai Pendeta Protestan yang diutus ke Pulau Timor.
  2. Periode Nederlandsche Zeandeling Genootschaar (NZG : 1819 – 1860 ) : Periode ini, Jemaat di Kupang mengalami kemunduran Iman, jatuh dalam dosa, dan hanya ditemukan 1 buah Alkitab Perjanjian Baru namun tidak lengkap. Namun pada Tahun 1819, Pendeta / Ds. R.Le Bruijn, seorang utusan dari NZG ditugakan di Jemaat Kupang untuk mengelapai pekerjaan perkabaran Injil dan seluruh wilayah di Timor, Rote, Sabu, Babau dan Kisar. Pada masa ini terjadi kemajuan besar sehingga diutus lagi 5 orang Pendeta oleh NZG.
  3. Periode Indische Kerk hingga kedatangan Jepang ( 1860 – 1942 ) : Dimasa / periode ini mengalami perkembangan iman yang pesat, hal ini terlihat dari sistem/ cara Semaikan Benih Injil dalam bentuk Bidston umum ( semacam ceramah) dan diterbitkan kira-kira 3000 buku rohani seperti Mazmur, Tahlil, Injil dan Kitab Nyanyian lainnya. Dan pada masa Pendeta J. F Niks inilah Gereja Kota Kupang diresmikan pada tahun 1887. Bahasa yang digunakan ada 2 bahasa yaitu bahasa Belanda dan bahasa Melayu.
  4. GKK pada masa pendudukan Jepang ( 1942 – 1945 ) : Pada tahun 1942 Jepang mendarat di Kupang dan mengambil alih Pemerintahan dari tangan Belanda, sehingga keadaan pelayanan di Timor kocar-kacir. Gereja dijadikan tempat penyimpanan amonisi dan perlengkapan perang tentara Dai nipon. Kondisi ini membuat D. Adoe dan Raja Kupang Nisnoni berinisiatif mengkoordinir pelayanan jemaat dengan membentuk badan Gereja Timor Selatan. Jemaat pun dievakuasi ke daerah Airnona dan Bakunase sehingga tidak lagi bergereja di Gereja Kota Kupang tetapi membuat tempat ibadah sendiri di 2 lokasi yang sekarang ini sebagai cikal bakal Gereja Syaloom airnona dan Gereja Kemah Ibadah ( berbahasa Sabu) dekat Kolam Airnona.
  5. Pada zaman Kemerdekaan ( 1945 – sekarang ) : Tahun 1945 adalah tahun persiapan pembentukan suatu Sinode Gereja – gereja di Timor yang dimotori oleh Pendeta /Ds. E. Durkstra yang memang ditugaskan dari Negeri Belanda. Tahun 1947 terbentuklah Sinode GMIT dengan 6 Klasis, tidak termasuk 3 Jemaat lainnya yaitu Jemaat Kota Kupang, Ende dan Sumbawa (NTB).
Source http://pariwisata.serverjogja.com/home http://pariwisata.serverjogja.com/objek/231-gereja_kota_kupang
Comments
Loading...