Gereja Kayu tangan Malang

0 294

Lokasi Gereja Kayu tangan

Gereja Kayu Tangan Terletak di Malang, Jawa Timur.

Gereja Kayu tangan

Gereja tertua kedua di Kota Malang selain GPIB Immanuel Malang adalah Gereja Kayu tangan atau Gereja Hati Kudus yang berada di Jl. Kajoetangan. Gereja Katolik Kayutangan ini berdiri pada tahun 1905.

Gereja kayu tangan ini sebenarnya secara tidak langsung memiliki hubungan erat dengan sejarah perkembangan arsitektur colonial Hindia-Belanda dimana gereja Kayutangan ini termasuk golongan bangunan yang dibangun oleh arsitek antara tahun 1900-1915. Gereja Kayutangan ini segolongan dengan bangunan Javasche Bank yang sekarang Bank Indonesia yang didirikan pada tahun 1914 dan Palace Hotel yang sekarang menjadi Hotel Pelangi yang dibangun pada tahun 1916.

Arsitek gereja Kayutangan ini adalah Marius J. Hulswit dimana dia adalah seorang pelopor arsitektur colonial modern di Hindia Belanda sesudah tahun 1900. Hulswit sendiri adalah murid seorang arsitek Neogothik di Belanda. Jadi tak heran jika Gereja Kayutangan memiliki gaya arsitektur Neogothik yang pada abad XIX menjadi trendsetter bangunan gereja di Eropa.

Meskipun tidak semegah dengan bangunan gereja Neogothik yang ada di Eropa, Gereja Kayutangan ini tetap memiliki karakteristik yang kuat seperti halnya gereja-gereja Neogothik yang lain. Hal ini terlihat pada struktur gedung yang tinggi dimana struktur bangunan memiliki kerangka kokoh pada dinding dan atap yang berfungsi sebagai penutup. Gereja kayutangan juga memiliki jendela dan pintu yang besar pada dinding yang dibangun dengan konstruksi skelet. Hal ini terlihat pada tembok luar gereja yang ditopang tiang penyangga dinding berbentuk persegi.

Denah gereja Kayutangan juga tidak berbentuk salib seperti pada umumnya gereja bergaya Gothic. Hal ini dikarenakan atapnya yang tidak terlalu tinggi, jadi tidak ada penyangga yang sering disebut Fliying Buttress. Karena denahnya yang berbentuk kotak, gereja Kayutangan tidak memiliki ruang yang disebut double aisle atau nave seperti layaknya gereja-gereja Gothic lainnya. Di sebelah depan denah, di sisi kiri dan kanan terdapat tangga yang dipakai untuk naik ke lantai dua yang tidak penuh. Pada kedua tangga inilah dibuat dua tower atau menara yang biasa kita lihat di gereja-gereja bergaya Neogothic.

Halswit juga merancang sendiri altar gereja Kayutangan. Altar tersebut terbuat dari kayu yang dipesan dari tukang kau Cina di Surabaya. Akan tetapi altar tersebut sudah tidak dipakai lagi sejak tahun 1965.

 

Source Gereja Kayu Tangan Malang Malang
Comments
Loading...