Gereja Katolik Santo Ignatius Magelang

0 497

Lokasi Gereja Katolik Santo Ignatius

Gereja ini terletak di Jalan Laksda Yos Sudarso No. 6 Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi gereja ini berada di sebelah barat Telkom Magelang dan menjadi satu halaman dengan pastoran (pastorij).

Sejarah Gereja Katolik Santo Ignatius

Gereja Katolik Santo Ignatius merupakan salah satu tempat peribadatan umat Katolik di Kota Magelang. Bangunan peninggalan Kolonial Belanda ini menjadi saksi sejarah perkembangan umat Katolik di Kota Magelang.

Awalnya, lahan Gereja Katolik Santo Ignatius merupakan lahan yang dibeli oleh Romo F. Voogel SJ pada tahun 1890. Dalam lahan tersebut kebetulan sudah ada sebuah bangunan (sekarang pastoran) yang dijadikan tempat tinggal sekaligus peribadatan. Baru selang sembilan tahun menetap di Magelang, Romo F. Voogel mulai melakukan peletakan batu pertama untuk mendirikan gereja sederhana yang berada di samping pasturan di bawah guyuran derasnya hujan. Setahun kemudian, gereja tersebut sudah dapat digunakan untuk persembahan misa kudus pada 22 Agustus 1900. Sedangkan, pemberkatan gedung gereja secara meriah dilaksanakan pada 30 September 1900 dalam Misa Konselebrasi yang dipimpin oleh Mgr. E. Luypen SJ dari Batavia dengan didampingi Romo Mutzaers SJ dari Cirebon, dan Romo Asselbergs SJ dari Yogyakarta. Romo Paroki Magelang pada waktu itu adalah Romo Heuvel SJ. Beliau menggantikan Romo F. Voogel SJ yang pulang ke Negeri Belanda karena alasan kesehatan.

Selain itu, hadir pula Residen Kedu, Petinggi Militer Belanda di antaranya Kolonel Van der Dussen, tokoh masyarakat Tionghoa, dan tokoh masyarakat pribumi lainnya. Saat bersejarah terjadi pada 27 Juni 1913 ketika seorang anak dari keluarga suku Jawa, yaitu Pak Ahmad dan Ibu Sanah, bernama Soewini (14 tahun) menerima sakramen permandian dengan nama Margaretha. Kemudian diikuti oleh Bapak Martawiardja dan Ibu Amini yang membaptiskan bayinya, Maria Moerjati.

Tanggal 15 September 1923 ada 12 siswa Hollandsch-Inlandsche School (HIS) dipermandikan oleh Romo B. Hagdoorn SJ. Sekolah ini sekarang menjadi SDK Pendowo. Bertambahnya masyarakat Jawa yang memeluk agama Katolik ini merupakan buah kerja keras para misionaris yang namanya pantas ditorehkan dengan tinta emas, di antaranya Romo Van Lith SJ dan Romo J. Hovenaars SJ.

Perluasan Gereja Katolik Santo Ignatius

Perkembangan jumlah umat (jemaat) yang kian meningkat dari tahun ke tahun memunculkan pemikiran untuk memperluas bangunan gereja. Gereja yang semula dibangun hanya berdaya tampung 300 jemaat itu harus diperluas. Maka pada 15 Agustus 1926 dimulailah perluasan gedung gereja dengan menambah sayap selebar 3,5 meter ke kiri dan kanan.

Hasil perluasan bangunan gereja tersebut usai perluasan adalah bangunan yang bisa disaksikan saat ini. Bangunan gereja yang berdiri di atas lahan seluas 13.000 m² ini, sebelumnya bercorak arsitektur Neo-Gothic sehingga fasade sudah berbeda jauh dari bangunan semula.

Comments
Loading...