Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan di Surakarta

0 244

Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan

Gereja Katolik Santo Antonius terletak di Jalan Arifin No. 1 Solo atau bersebelahan dengan Balai Kota Surakarta.Gereja ini merupakan salah satu dari sekian banyak arsitektur peninggalan kolonial Belanda di Solo.

Bangunan Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan

Gereja ini masih terlihat dengan megah sebagai bangunan peninggalan Belanda. Meski umur  gereja ini terhitung hampir satu abad, bangunan tersebut masih tampak kokoh dengan balutan cat berwarna putih. Selain itu, bangunan yang memiliki gaya arsitektur khas juga dipenuhi dengan ornamen jendela kaca yang masih terlihat bagus meskipun telah termakan usia.

Bangunan ini terdiri dari beberapa bagian. Gereja, pastoran dan satu bangunan lagi khas gereja Katolik yaitu bangunan yang menjulang tinggi melebihi tinggi bangunan gereja, yaitu bangunan yang di dalamnya terdapat lonceng.  Kemudian di puncak paling atas bangunan tersebut tentu saja ada simbol salib

Sejarah Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan

Sembilan tahun sebelum gereja ini didirikan tahun 1916, sudah ada aktivitas gereja di Purbayan yang merupakan cikal bakal berdirinya gereja ini. Awalnya gereja ini merupakan Stasi Gereja Gedangan Semarang. Gereja ini merupakan saksi salah satu peninggalan arsitektur kolonial dari masa ke masa di Kota Solo. Di lokasi ini terdapat Benteng Vastenburg, Bank Indonesia (Javasche Bank), Balai Kota Surakarta (Kantor Gubernur Jenderal), dan Pasar Gedhe Hardjonagoro.

Sebelum tahun 1859 Gereja Katolik Surakarta dilayani langsung dari Semarang. Orang Surakarta pertama yang dibaptis adalah Anna Catharina Weynschenk (14 November 1812) dan Georgius Weynschenk (24 November 1813). Pada hari itu ada 59 orang dibaptis. Kemudian pada tahun 1859 stasi Ambarawa didirikan, meliputi daerah Salatiga, Ambarawa, Surakarta, dan Madiun. Pada waktu itu stasi Ambarawa berada di bawah pimpinan Pastor Yohanes F.V.D. Haegen, dengan jumlah umat 1787 orang (1206 di antaranya adalah tentara).

Tanggal 29 Oktober 1905 Pastor Cornelis Stiphout SJ dari Pastoran Ambarawa, mendapat ijin mengadakan undian untuk mendirikan Gereja di kota Solo. Usaha ini berhasil. Dalam kondisi darurat, karena gereja belum selesai di bangun, Misa yang pertama kali diadakan di Pastoran pada tanggal 22 Desember 1907.

Akhirnya, pada November 1916 Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan berdiri di Surakarta dengan surat pengangkatan tahun 1918, dan diberkati. Pastor C. Stiphout SJ diangkat sebagai Pastor Paroki yang pertama di Gereja Katolik Santo Antonius semakin berkembang dan mulai mencoba menekuni bidang pendidikan. Melalui pejuangan keras Pastor Fransiscus Xaverius Strater SJ dalam usaha untuk mendapatkan tempat dan perijinan dari pamong praja setempat saat itu, akhirnya berhasil pada tahun 1921 sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS) berhasil didirikan. Pada waktu itu juga Bapak Soemadisastro diangkat menjadi Kepala Sekolah.

 

Source Gereja Santo Antonius Surakarta
Comments
Loading...