Sejarah Gereja Katolik Santo Antonius Kota Baru

0 336

Lokasi Gereja Katolik Santo Antonius Kota Baru

Gereja Katolik Santo Antonius, terletak di Jalan Abu Bakar Ali No. 1 Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi gereja ini hoek pertemuan antara Jalan Abu Bakar Ali dan Jalan I Dewa Nyoman Oka.

Sejarah Gereja Katolik Santo Antonius Kota Baru

Keberadaan Gereja Katolik Santo Antonius ini tidak terlepas dari peran Pastor Fransiscus Xaverius Strater SJ. Ia adalah seorang misionaris Jesuit yang tiba di Yogyakarta pada tahun 1918. Kedatangannya adalah untuk membantu pengembangan kegiatan Misi di daerah Yogyakarta yang telah dirintis oleh Pastor Henri van Driessche.

Mengawali karya misinya tersebut, Pastor Fransiscus Xaverius Strater, SJ mendirikan Kolese Santo Ignatius (Kolsani) pada 18 Agustus 1922, dan Seminari Tinggi (Novisiat Kolsani) pada tahun 1924, yang gedungnya sekarang ini digunakan oleh Puskat/IPPAK dan Pusat Musik Liturgi (PML). Dari Kolsani inilah benih-benih kekatolikan ditabur, dan banyak masyarakat yang mengikuti ajaran Katolik.

Peresmian Gereja Katolik Santo Antonius Kota Baru

Gereja Santo Antonius Kotabaru diresmikan pada 26 September 1926 dengan pemberkatan oleh Mgr. A. van Velsen SJ, Uskup Batavia yang juga membawahi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain unutk kebaktian, gereja tersebut juga difungsikan sebagai tempat para calon imam muda berlatih. Karena kala itu, gereja tersebut masih merupakan milik Kolsani. Rektor Novisiat Kolsani, yaitu Pastor Fransiscus Xaverius Strater SJ, sekaligus menjabat sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Andonius Kotabaru. Dulunya, Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru merupakan stasi dari Paroki Kidul Loji, namun kemudian pada 1 Januari 1934 menjadi paroki yang berdiri sendiri.

Gereja Katolik Santo Antonius Kota Baru (bagian depan)

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, bangunan gereja ini dikuasai oleh tentara Jepang, dan digunakan sebagai gudang. Sementara itu, bangunan Kolsani menjadi tempat penampungan interniran bagi suster-suster dan wanita-wanita Belanda, sedangkan Seminari Tinggi yang berada di sebelah barat gereja difungsikan sebagai kantor bagi tentara Jepang. Keadaan yang seperti ini, menyebabkan Pastor Fransiscus Xaverius Strater SJ meninggal sebagai internir, dan tempat ibadat umat Katolik dipindahkan ke bangunan rumah kuno berbentuk Joglo yang berada di daerah Kemetiran.

Gereja Katolik Santo Antonius Kota Baru (bagian dalam)

Setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II, dan Indonesia merdeka, Kolsani dan Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru difungsikan kembali menjadi tempat pendidikan dan gereja seperti semula.

Pada tahun 1967 Kolsani menyerahkan pengelolaan gereja kepada paroki untuk mendewasakan Paroki Santo Antonius Kotabaru, namun pemisahan sepenuhnya baru terjadi pada tahun 1975. Paroki Santo Antonius Kotabaru selanjutnya tumbuh menjadi suatu paroki yang berdikari dalam segala bidang hingga saat ini.

Source Gereja Katolik Santo Antonius Kota Baru Yogyakarta
Comments
Loading...