Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya

0 194

Lokasi Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria

Gereja ini terletak di Jalan Kepanjen No. 4-6 Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gereja ini berada di belakang SMA Katolik Frateran, dan tidak begitu jauh dengan Kantor Pos Besar Surabaya.

Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria

Sejarah keberadaan gereja Katolik ini bermula dari kedatangan dua orang pastor yang bernama Hendrikus Waanders dan Phillipus Wedding dari Belanda dengan tujuan untuk menyebarkan agama Kristen Katolik kepada masyarakat yang ada di Hindia Belanda.

Gereja Katolik dibangun pertama kali pada tahun 1821 di tikungan Roomsche Kerkstraat dan Komedieplein (kira-kira sekarang Jalan Cendrawasih dan Jalan Merak). Pada mulanya, gereja ini digunakan sebagai rumah sakit darurat bagi penderita kolera yang menyerang penduduk pada saat itu. Pada 22 Maret 1822 barulah gereja tersebut berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa tahun kemudian, karena adanya rencana pembuatan jalan tembus di Surabaya, menyebabkan gereja ini harus dibongkar dan dipindahkan. Pada tahun 1889, pengganti Pastor Waanders, yaitu Pastor C.W.J. Wenneker, membeli sebidang tanah di Tempelstraat (alamat gereja sekarang).

Pada 14 Oktober 1896, dibuka Rapat Yayasan Dewan Gereja dan amal untuk pembangunan gereja. Rapat pada 1 Oktober 1898 menunjuk W. Westmaas dari Semarang sebagai arsitek. Tanggal 4 April 1899 pemasangan patok persisnya gereja akan dibangun. Setelah tahap pembangunan selesai, pada 5 Agustus 1900 gereja ini resmi berdiri dan diberkati oleh Mgr. Edmundus Sybrandus Luypen SJ. Gereja tersebut diberi nama Onze Lieve Vrouw Geboorte Kerk.

Pada bulan November 1945 terjadi revolusi fisik yang dikenal dengan pertempuran Surabaya. Kawasan Kepanjen dan Kebonrojo tak luput dari amukan artileri pasukan Inggris, baik dari arah laut maupun serangan-serangan dari pesawat udara. Akibat bombardir yang betubi-tubi ini menyebabkan gereja Katolik ini mengalami rusak parah. Atap gereja hancur, dan beberapa dinding porak poranda.

Setelah, situasi di Surabaya sudah aman dan stabil, dipikirkan untuk merenovasi gereja secara bertahap. Pada 1950 Pastor P.A. Bastiaensen, CM memerintahkan untuk melakukan renovasi terhadap gereja ini. Setelah selesai, gereja mulai difungsikan lagi pada Oktober 1951.

Kemudian pada tahun 1960 Pastor H.J.G. Veel, CM melakukan renovasi pada kaca-kaca jendela dengan hiasan indah yang yang diciptakan seorang seniman, yaitu Jacques Verheyen. Lalu, pada tahun 1996 menara gereja kembali direkonstruksi setelah selama 46 tahun gereja tanpa menara. Ketinggian menara masing-masing 15 meter.

Arsitektur Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria

Secara arsitektur, gereja ini sangat unik dan megah. Ciri khas arsitektur Eropa sangat terasa dari eksterior dan interior. Dari luar, gereja ini didominasi oleh batu bata merah yang tertata. Gedung ini juga tergolong tinggi walaupun hanya satu lantai. Interior gereja juga sangat megah dan terawat. Jendela dengan ornamen religius dan art glasses terlihat sangat menarik. Konsep bangunan gereja yang dirancang oleh W. Westmaas ini memiliki langgam Neo Gothic.

Kini, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria masih difungsikan sebagai tempat bersembahyang umat Katolik di Surabaya. Gereja ini sesungguhnya merupakan Roomsche Katholieken Kerk te Soerabaja tapi acapkali disebut juga sebagai Gereja Kepanjen, karena lokasinya yang berada di Jalan Kepanjen.

Source Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Jawa Timur
Comments
Loading...