Gereja Katolik Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Malang

0 14

Gereja Katolik Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Malang

Gereja ini terletak di Jalan Buring No. 60 Kelurahan Oro Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi gereja ini berada di seberang SMAN 12 Malang, atau RSIA Husada Bunda Malang.

Awalnya, gereja ini bernama Gereja Santa Theresia atau Rooms Katholiek Theresiakerk, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 11 Februari 1934 dan pada 28 Oktober 1934 gereja ini diberkati serta diresmikan penggunaannya yang kemudian dipersembahkan kepada Santa Theresia, pelindung karya misi. Pengerjaan bangunan gereja ini hanya memerlukan waktu selama 8 bulan dengan pemborongnya adalah NV Bouwundig Bureau Sitzen en Louzada, sedangkan perancangnya dipercayakan kepada Henri Louis Joseph Marie Estourgie (1885-1964) dari Architectenbureau Rijksen en Estourgie.

Pembangunan gereja ini berkaitan dengan daya tampung atau kapasitas gereja Katolik di Kayutangan (dikenal dengan Gereja Paroki Hati Kudus Yesus) yang sudah tidak memadai lagi. Pada tahun 1929 Mgr. Clemens Van Der Pas, O. Carm mencita-citakan pembangunan suatu Gereja Katedral di Malang. Pada waktu itu baru ada satu gereja, yaitu Gereja Paroki Hati Kudus Yesus di Kayutangan yang dibangun pada 1905. Mgr. Clemens Van Der Pas, O. Carm menyatakan keinginannya membangun suatu Gereja Katedral yang diharapkan sudah berfungsi pada Hari Kristus Raja pada tahun 1934.

Lalu, dicarilah lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gereja tersebut, dan dapat lokasi di sekitar Jalan Ijen. Kemudian diusahakan penggalangan dana untuk mewujudkan pembangunan gereja tersebut. Pada saat penghimpunan dana, tepatnya pada 16 Desember 1933, Mgr. Clemens Van Der Pas, O. Carm meninggal dunia. Pastor Linus Hecken, O. Carm yang melanjutkan tugas Mgr. Clemens Van Der Pas, O. Carm selaku Pro-Prefek meneruskan rencana pembangunan gereja tersebut.

Pada tahun 1961, berdasarkan Konstitusi Apostolik Paus Yohanes XXIII Quod Christus tentang pendirian Hirarki Gereja Katolik Indonesia yang mandiri, nama Gereja Santa Theresia secara resmi berganti menjadi Gereja Katolik Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Sejak saat itu, tak ada dokumen resmi lain yang menyatakan pergantian nama Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel dengan nama yang lain.

Namun demikian, di tengah-tengah masyarakat Malang gereja ini sering juga dikenal dengan sebutan Gereja Ijen, dan akrab dengan sebutan Gereja Katedral. Disebut Gereja Ijen, karena lokasi gereja ini berada di lingkungan kawasan Ijen yang dulu merupakan kawasan perumahan orang-orang Belanda, dan disebut Gereja Katedral karena Katedral berarti pusat atau area yang berada di tengah-tengah gereja atau area keuskupan utama.

Gereja ini pernah mengalami renovasi pada tahun 2002, tetapi masih mempertahankan bentuk asli arsitektur gereja. Renovasi hanya dalam rangka merawat bangunan, yaitu mengganti bahan plafon dari bahan gypsum buatan lama dengan gypsum buatan pabrik modern serta mengecat ulang dinding interior.

Dilihat dari fasad bangunan, gereja ini berlanggam Neo-Gothic. Pada tampak depan gereja terdapat pintu utama sebanyak 3 buah, rose window yang menjadi ciri khas gereja Katedral, serta jendela pada bagian depan dan samping bangunan. Gereja ini juga mempunyai menara kembar pada bagian depan gereja, yang digunakan untuk menyimpan lonceng gereja. Selain itu, juga terdapat ventilasi dengan bentuk persegi panjang yang diulang pada bagian atas menara yang bertujuan supaya suara lonceng dapat terdengar sampai luar gereja. Gereja yang menghadap ke barat ini memiliki denah bangunan utama berbentuk simetri dengan ukuran panjang 41 meter, lebar 23 meter, dan tinggi 18,25 meter.

Source http://kekunaan.blogspot.com http://kekunaan.blogspot.com/2016/05/gereja-katolik-katedral-santa-perawan.html
Comments
Loading...