Gereja Katholik St. Petrus dan Paulus Rokan Hilir

0 3

Gereja Katholik St. Petrus dan Paulus

Bangunan cikal bakal gereja St. Petrus dan Paulus ini awalnya merupakan sebuah bangunan sangat sederhana yang terbuat dari kayu. Bangunan ini didirikan pada tanggal 1 April 1928 oleh Peter Benetius Pijnenburg Of Mcap. Dalam aktifitas keagamaan selain Peter Benetius Pijnenburg Of Mcap juga terdapat 4 orang suster biara dari Belanda. Selain mendirikan gereja, mereka juga mendirikan yayasan HCS atas permintaan pemerintaj Belanda. Selain itu mereka juga mendirikan sekolah khusus warga Tionghoa, membuka poliklinik dan merawat orang kusta.

Akhirnya pada tahun 1933 bangunan gereja baru (Gereja Katholik St. Petrus dan Paulus sekarang) yang letaknya di samping pastoran dan berhadapan dengan sekolah selesai dibangun. Pemberkatan gereja dilakukan oleh Mgr. Brans. Bangunan berada di dalam pagar tembok setinggi 2,6 m tebal 23 cm. Bangunan menghadap kea rah timur. Secara umum di dalam areal bangunan terdapat tiga buah bangunan. Pada Sisi selatan terdapat bangunan pastoran, bagian tengah bangunan gereja yang berukuran 15 m x 25 m, dan sisi barat bekas susteran.

Arsitektur keseluruhan bangunan bergaya kolonial. Keseluruhan bangunan ini berbahan kayu dan atap dari seng. Bangunan memiliki kolong yang dilengkapi dengan lubanglubang kecil sebanyak sirkulasi udara. Kolong pada bagian bawah bangunan merupakan bentuk adaptasi terhadap kondisi wilayah yang berada tidak jauh dari laut. Pintu masuk bangunan gereja terdapat pada sisi timur. Pada bagian ini terdapat tangga masuk berjumlah 6 buah anak tangga. Pada bagian dalam gereja merupakan ruangan lepas yang diisi oleh kursi-kursi untuk tempat duduk jemaat. Pada bagian depan terdapat altar untuk tempat kutbah pastor. Pada bagian depan altar (sisi barat) terdapat sebuah patung Bunda Maria yang dibuat tahun 2006.

Sedangkan pada sisi selatan diletakan patung Yesus. Bangunan utama terdiri dari 1 pintu masuk, 2 jendela bagian depan, 3 jendela samping kiri dan samping kanan. Jendela bergaya khas dengan bentuk tinggi, keca jendela berwarna hijau, merah, hitam, biru, terdapat tanda salib dan ornament lainnya. Pada bagian dalam gereja terdapat tangga yang terbuat dari kayu. Tangga ini berfungsi untuk menuju ke atas balkon. Di setiap gereja balkon ini difungsikan sebagai tempat untuk para anggota koor gereja. Jendela pada bangunan terbuat dari kaca dengan ukiran yang langsung didatangkan dari Italia. Sedangkan plafon bangunan berbahan ternit.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Rokan-Hilir-BPCB.pdf
Comments
Loading...