Gereja Ijen Katedral Malang

0 56

Gereja Ijen Katedral Malang

Gereja Katolik ini memang merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda bersama dengan bangunan–bangunan lain yang terletak di Jalan Ijen. Penyebutan kathedral sendiri berasal dari letaknya yang berada di tengah–tengah kota dan menjadi Area Keuskupan Utama. Sehingga selain dikenal dengan nama Gereja Ijen dan Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, gereja ini juga kerap disebut dengan Gereja Kathedral Malang. Banyak pula yang menyebut Gereja Ijen sebagai salah satu kathedral terindah di Indonesia.

Sebelumnya di Kota Malang hanya terdapat satu gereja Katolik yaitu Gereja Hati Kudus Yesus di Kayutangan yang dibangun tahun 1905. Karena banyaknya umat yang beribadah dan pelayanan pada satu gereja tidak mencukupi, maka Msgr. Clemens van der Pas O. Carm membangun Gereja Katolik Jawa di Jalan Semeru pada tahun 1929 dan sekarang menjadi Gereja Kristen Kalam Kudus.

Gereja Katedral yang dirancang oleh arsitek Rijksen en Estourgie dan dibangun oleh pemborong NV Bouwundig Buerau Siten en Louzada ini mulai dibangun pada 11 Februari 1934 dan diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1934. Letak bangunan gereja tersebut di depan Boeringplein (Taman Boering) sehingga terdapat ruang luar yang cukup besar di depan gereja tersebut. Sayang sekarang ruang luar di depan gereja tersebut sekarang makin sempit, sehingga kesan monumental gerejanya terasa berkurang.

Awalnya gereja ini bernama Theresiakerk atau Gereja Santa Theresia. Baru pada tahun 1961, gereja ini berganti nama menjadi Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Gereja Ijen merupakan bangunan sejarah dengan arsitektur yang menarik untuk dikunjungi. Gereja yang terletak di kawasan dulunya merupakan kompleks pemukiman orang Belanda di Kota Malang.

Gereja ini pernah direnovasi pada 27 Juli 2002. Di wilayah Paroki Kathedral Santa Theresia kemudian didirikan sekolah dasar berbahasa Belanda (HIS) di Jalan Semeru, Sekolah Dasar ‘Ongko Loro’ (Inlandsche Schoolen 2e Klasse) di Betek pada tahun 1930, Taman Kanak-kanak (Frobelschool) dan SD Santa Ursula di Jalan Panderman dan tahun 1936 didirikan AMS (Algemeene Middelbare School) Santa Albertus (Dempo) di Jalan Talang.

Gereja Ijen ini merupakan perwujudan arsitektur Neo-Gothik khas Belanda, sehingga merupakan peninggalan kuno bersejarah. Gereja Ijen ini dikenal sebagai landmark Kota Malang dan merupakan salah satu bangunan yang elegan, cantik serta kokoh. Bangunan ini juga mendapat sebutan sebagai arsitektur bergaya Neo-Gotik Belanda. Gaya arsitektur itu disebut Neo-Gothik karena merupakan pengaruh dari gaya Gothik. Pada arsitektur gaya Gothik yang asli, langit-langit bangunan dibuat dari batu alam dan merupakan kesatuan konstruksi sebagai penyangga atap.

Ciri khas dari gaya Gothik adalah lengkungan yang bertemu melancip ke atas dan memberikan ekspresi ke atas yang sangat sesuai dengan bangunan ibadah. Penggambaran gereja sebagai Domus Ecclesiae, bahwa subyek adalah umat Allah yang menjalin hubungan vertikal dengan Allah maupun horizontal dengan manusia, adanya penggambaran itulah menyebabkan fasad setiap gereja selalu sama, bagian atap menjulang tinggi dan meruncing. Penerapan dengan konsisten prinsip simetris terhadap sumbu dan bukaan fasad bangunan dengan menggunakan konsep perulangan Golden Section menjadikan bangunan berkesan monumental.

Selain konsep perulangan, Gereja Ijen ini berukuran cukup besar dengan ketinggian ruang sangat mengagumkan dan merupakan salah satu simbol gereja Katolik. Gereja Ijen terlihat kokoh karena pengaruh material modern yang digunakan yaitu baja. Hampir tiap gereja katedral memiliki bentuk dasar denah yang hampir sama yaitu berbentuk salib. Ruang altar menempati bagian atas batang salibnya. Arah bangunan dari segi panjang diletakkan pada sumbu timur-barat untuk mengurangi terik matahari langsung. Gaya Eropa diterapkan pada bangunan ini, hal itu terlihat dari bentuk denah, material yang didatangkan langsung dari Eropa.

Yang paling menarik dari Gereja Ijen ini yaitu arsitekturnya yang memukau. Sangat khas dengan ragam hias Belanda kuno. Dua menara tinggi mengapit pintu masuk utama yang berhiaskan salib besar. Di menara sisi kanan, terdapat jam kuno berwarna coklat muda. Untuk masuk gereja ini.

Source http://ngalam.id http://ngalam.id/read/4316/gereja-ijen-katedral-malang/
Comments
Loading...