Gereja Fanörötödö

0 12

Gereja Fanörötödö

Menapak tilas sejarah gereja ini menguak ingatan pada peristiwa-peristiwa penting. Gereja ini merupakan satu dari banyak gereja di kepulauan Nias yang sarat dengan pergulatan kehidupan gerejawi dan kisah fenomenologis. Gereja BNKP Yohanes ini awalnya merupakan Gereja BNKP Filial Kota Teluk Dalam yang berlokasi di bukit berhadapan dengan Lapangan Orurusa. Gereja ini dikenal pula sebagai gereja Fanörötödö. Fanörötödö adalah kata dalam bahasa Nias yang artinya mengenang kembali atau peringatan. Disebut ‘gereja fanörötödö’ karena dibangun oleh Gereja Evangelist Westfalia Jerman dan diserahkan kepada BNKP sebagai ‘peringatan’ 100 tahun berita Injil masuk ke Nias. Untuk membangunnya, bahan dasar bangunan seperti semen, pasir, batu, dan material lainnya didatangkan dari Jerman. Gereja fanörötödö ini diresmikan pada tanggal 27 September 1965 melayani di tengah kehidupan masyarakat Nias Selatan yang masih terbilang tertinggal.

Sejarah mencatat, gereja ini menjadi saksi pergolakan di tengah BNKP yang berujung dengan skhisma yang melahirkan organisasi gereja baru. Pada tahun 1993-94, terjadi perpecahan yang berujung dengan lahirnya Banua Keriso Protestan Nias (BKPN). Pada tanggal 7 Mei 1994, BKPN mendeklarasikan diri mandiri dan resmi berpisah dari BNKP. BKPN menempati gedung gereja BNKP Filial dan melaksanakan ibadah di situ sampai saat ini. Sementara jemaat BNKP, menempati Balai Pertemuan BNKP. Dari atas bukit, gereja ini pindah menata kehidupannya kembali di dataran yang lebih rendah, di tempat saat ini. Balai pertemuan ini kemudian terus 2

menerus mengalami renovasi. Pada tahun 2000, Gereja Yohanes diresmikan sebagai jemaat BNKP sektor 10, menjadi 1 dari hampir 1000 gereja BNKP yang ada saat ini. Saat ini dipimpin oleh Pdt. F. Y. Zega S.Th, M.Si. sebagai Pendeta Jemaat.

Source http://www.satuharapan.com http://www.satuharapan.com/read-detail/read/mengenang-gereja-fanrtd
Comments
Loading...