Gedung Wanita, Bangunan Modern Pertama Setelah Kemerdekaan

0 32

Gedung Wanita, Bangunan Modern Pertama Setelah Kemerdekaan

Gedung Wanita yang sering digunakan untuk kegiatan para wanita ini merupakan gedung bersejarah. Bangunan dua lantai ini bahkan direkomendasikan Tim Pertimbangan Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya (TCB) Kota Bandung sebagai bangunan cagar budaya berklasifikasi A.

Bagunan yang termasuk cagar budaya klasifikasi A ini tidak diboleh diubah fisik bangunannya, walaupun dalam upaya revitalisasi. Penyesuaian perubahan fungsi harus tetap sesuai dengan rencana kota yang berlaku tanpa mengubah bentuk aslinya.

Dalam plakat yang di dinding depat gedung tersebut menunjukkan gedung tersebut peletakan batu pertamanya oleh Presiden I RI Ir Soekarno pada 11 November 1960. Kemudian dalam plakat tersebut tertulis peletakan batu terakhir (peresmian) gedung tersebut dilakukan Panglima Kodam VI/Siliwangi (kini Kodam III/Siliwangi) Kolonel Ibrahim Adjie pada 20 Mei 1962.

Bangunannya ini merupakan hasil rancangan arsitek Prof Slamet Wirasonjaya. “Ketika itu saya baru lulus dari ITB. Saya belum berani mengaku arsitek,” katanya seperti dikutip dalam laman tersebut. Disebutkan pula gedung yang menempati lahan 5.000 M2 tersebut merupakan bangunan modern pertama yang dibangun setelah kemerdekaan.

Di depan gedung tersebut berdiri patung Pahlawan Wanita Dewi Sartika. Patung setengah badan itu berwarna kuning keemasan. Dewi Sartika adalah pahlawan asal Bandung yang memperjuangkan kesamaan untuk mendapatkan pendidikan antara pria dan perempuan. Beliau lahir di Bandung, 4 Desember 1884. Meninggal di Tasikmalaya pada 11 September 1947.

Source https://www.serbabandung.com https://www.serbabandung.com/gedung-wanita-di-bandung/
Comments
Loading...