Gedung Setan Surabaya

0 14

Gedung Setan

Dari kejauhan gedung bercat putihkusam ini terlihat tidak menonjol dengan bentuknya yang gemuk, bentuk bangunan yang berbeda dengan bentuk bangunan di sekitarnya. Gedung tua ini memiliki nama yang cukup menyeramkan, gedung setan.

Beragam versi menjelaskan asal muasal nama tersebut, salah satu pendapat berasal dari komunitas pecinta sejarah surabaya; komunitas surabaya tempo dulu, nama gedung setan merupakan ungkapan kekaguman warga sekitar terhadap kemegahan gedung ini.

Gedung dengan dua lantai yang menempati lahan seluas 400 meter persegi ini didirikan semasa penjajahan belanda. Pemilik pertama gedung ini seorang warga belanda bernama J.A middelkoop. Pada tahun 1809 J.A. Middelkoop yang misionaris ini membeli area kupang dari daedlels dan membangun gedung ini. Setelah J.A. Middelkoop meninggal gedung ini berpindah tanggan ke pemilik baru dari etnis tionghoa, Dr. Teng Sioe Hie dan saat ini pemiliknya bernama Teng Kun Gwn atau Gunawan Santoso.

Biarpun Gedung ini memiliki nama menyeramkan dan terkesan tidak berpenghuni, lantaran, terlihat tidak terawat, ternyata gedung ini memiliki penghuni yang padat, bangunan ini dihuni oleh 40 keluarga atau 150 jiwa. Kebanyakan mereka adalah keturunan Tionghoa-Jawa. Mereka di tampung di gedung ini, karena menjadi korban kekerasan rasial pada tahun 1965. Teng Kun Gwan pemilik gedung ini menyediakan bangunanya sebagai tempat perlindungan. Penghuni gedung ini tinggal diruang yang sudah diberi sekat-sekat. Adapun lantai dua digunakan sebagai Gereja Pantekosta.

Bagi anda yang berminat mengunjungi gedung ini, anda tinggal mengarahkan perjalan anda menuju Kupang, atau pasar kupang. Jangan masuk ke fly over pasar kembang, anda akan kelewatan. Letak gedung ini berada di pinggir jalan disamping fly over pasar kembang, dari kejauhan bangunan gedung ini sudah terlihat mencolok.

Source https://pesonacagarbudayasurabaya.wordpress.com https://pesonacagarbudayasurabaya.wordpress.com/2014/12/30/gedung-setan-2/
Comments
Loading...