Gedung Pusat Studi Bio Farmaka

0 40

Gedung Pusat Studi Bio Farmaka

Gedung Pusat Studi Bio Farmaka didirikan pada tahun 1928. Bersamaan dengan berdirinya Nederlands Indische Veartsen School (NIVS, Sekolah Kedokteran Hewan Hindia Belanda)

NIVS adalah cikal bakal dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Itulah mengapa hingga kini bangunan ini berada di bawah pengelolaan IPB.

Memang Kawasan Taman Kencana pada masa tahun 1927-1930-an merupakan kawasan hunian bagi para peneliti Belanda. Selain itu di wilayah ini didirikan pula kantor-kantor penelitian, yang hingga sekarang masih beroperasi.

Gedung ini masih sering disebut sebagai Gedung Fakultas Kedokteran Hewan IPB (FKH) meskipun sudah beralih fungsi menjadi Pusat Studi Bio Farmaka. Bentuk atapnya yang miring sekali agar air hujan langsung turun.  Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi di Bogor.

Jendela lebar dan berteralis merupakan salah satu ciri gaya arsitektur Indo Eropa yang dikembangkan di masa itu untuk membuat sirkulasi udara lebih lancar. Tujuannya agar hawa panas di musim kemarau bisa tidk terlalu menyengat. Dengan usia dan sejarah yang berada di dalam bangunan ini, sudah sangat pantas bila Gedung Pusat Studi Bio Farmaka ini menjadi cagar budaya Kota Bogor.

Fungsinya agak jauh berubah dibandingkan fungsi terdahulu yang terkait dengan hewan Kali ini bangunan cagar budaya tersebut berfungsi untuk meneliti tanaman.

Bio Farmaka didefinisikan secara singkat sebagai ilmu yang mempelajari dan mengembangkan tanaman untuk dijadikan obat atau kosmetik. Berbagai spesies tanaman diteliti dan kemudian dipelajari kegunaannya bagi kemanusiaan atau untuk pengendalian hama

Nah, Indonesia yang kaya akan flora tentu memiliki tak terhitung jumlah tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk itu. Itulah fungsi Bio Farmaka. Pusat Studi ini berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor.

Source http://www.lovelybogor.com/ http://www.lovelybogor.com/pusat-studi-bio-farmaka-cagar-budaya-9/
Comments
Loading...