situsbudaya.id

Gedung PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Surabaya

0 88

Lokasi Gedung PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI

Gedung ini terletak di Jalan Merak No. 1 Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, atau tepat berada di sebelah barat Polwiltabes Surabaya. Dulu, Jalan Merak ini dikenal dengan Comediesstraat .

Sejarah Gedung PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI

Gedung PTPN XI pada awalnya merupakan bangunan perkantoran hasil rancangan biro arsitek Ed. Cuypers, Hulswit dan Fermont dengan nama Handelsvereeniging Amansterdam (HVA), sebuah perusahaan Belanda yang mendirikan cabang di Surabaya pada tahun 1910. HVA merupakan asosiasi perdagangan yang didirikan di Amsterdam, Belanda, pada tahun 1873.

Sejarah PTPN XI dimulai dengan adanya nasionalisasi perusahaan perkebunan asing yang dimiliki oleh kolonial Belanda oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1958 untuk menjadi Perusahaan Perkebunan Negara (PPN). Lalu, PPN berganti nama menjadi PT. Perkebunan (PTP) dan PTPN XXIV.

Terakhir diganti lagi menjadi PTPN XI yang merupakan hasil merger dari PTP XX dan PTP XXIV-XXV pada 1994 dan disahkan melalui  Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1996. Sehingga keduanya bergabung menjadi PTPN XI hingga saat ini, dan berpusat di Surabaya. Di bawah naungan gedung ini, terdapat 17 pabrik gula, satu pabrik karung goni, satu pabrik spirtus serta alkohol, dan empat rumah sakit.

Gedung PTPN XI ini dulu merupakan bangunan gedung yang terbesar di Surabaya pada masanya, dan hingga saat ini masih berdiri kokoh. Meskipun beralih kepemilikan, elemen-elemen arsitektural maupun struktural bangunan tetap dipertahankan.

Arsitektur Gedung PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI

Secara fisik, karakter arsitektur kolonial pada bangunan gedung ini memiliki kekhasan tersendiri. Penggunaan simetri bilateral yang dominan pada komposisi massa, tampak depan, dan denah bangunan. Langgam yang digunakan dalam gedung ini adalah langgap eklektik yang dipengaruhi Art and Craft, Art Nouveau, dan Art Deco. Jendela pada gedung ini memakai kisi-kisi (louvre) sebagai solusi atas masalah udara yang umum digunakan pada bangunan kolonial, sedangkan pengunaan kaca patri dengan warna-warna cerah menambah kekhasan gedung tersebut.

Usaha perlindungan terhadap gedung eks HVA atau PTPN XI juga diupayakan dalam Surat Keputusan (SK) Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya Nomor 188.45.004/402.1.04/1998 tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya yang menetapkannya sebagai pusaka budaya yang harus dilindungi. Dalam prasasti penetapan BCB ini, gedung PTPN XI masuk daftar BCB di Kota Surabaya dengan nomor urut 67.

Source Gedung PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Surabaya
Comments
Loading...