Gedung PLN Kota Malang Di Kayutangan

0 68

Gedung PLN Kota Malang Di Kayutangan

Salah satu bangunan peninggalan Belanda yang ada di kota Malang adalah gedung PLN Kota Malang yang terletak di pertigaan daerah Kayutangan. Saat ini gedung tersebut beralamat di Jalan Basuki Rahmat 100, Klojen. Tepat di seberang Mc Donald’s.

Sejak zaman dahulu, area Kayutangan memang menjadi pusat untuk melakukan pembangunan, kawasan ini adalah kawasan perdagangan di Malang selain Pecinan.

Dikutip dari kekunaan, awalnya gedung PLN Kayutangan ini merupakan gedung milik kantor perusahaan listrik swasta yang disebut N.V. Algemeene Nederlandsch-Indische Electricities Maatschappij (ANIEM) yang dibangun pada tahun 1930. ANIEM sendiri berada dibawah perusahaan listrik milik Belanda yang bernama N.V. Handlesvennootschap yang berpusat di Amsterdam.

Di Hindia Belanda, pada tahun 1909 ANIEM diberi hak untuk melakukan pengelolaan kelistrikan. Sehingga mereka diberi keleluasaan untuk membangun pembangkit listrik yang ada di Pulau Jawa.

Gedung PLN ini dulunya juga merupakan hasil renovasi akibat pembangunan di Kota Malang. Awalnya, bangunan seperti kantor biasa yang kemudian direnovasi mengingat pekerjaan yang semakin banyak ketika banyak warga Belanda yang tinggal di Malang memerlukan listrik. Gaya arsitekturnya yang digunakan untuk gedung ini berlanggam Nieuwe Bouwen dengan ciri khas beratap datar, gevel horisontal, dan berbentuk kubus.

Bangunan ini memiliki beberapa ruang bawah tanah yang tertutup. Fungsi dari ruang-ruang tersebut adalah tempat untuk berlindung saat bahaya atau tempat untuk menyelamatkan alat-alat vital listrik.

Sumber listrik pada masa Kolonial Belanda untuk wilayah Malang sangat kecil. Listrik pada saat itu hanya digunakan oleh warga Belanda dan Tiongkok. Sementara orang pribumi masih menggunakan lampu api. Belum ada data yang valid darimana sumber listrik untuk wilayah Malang. Konon, sumber listrik PLN di zaman Belanda berasal dari aliran Sungai Brantas yang dimanfaatkan. Tetapi saat ini tidak ada bukti satupun yang tersisa meskipun bagian belakang gedung PLN itu menghadap langsung ke Sungai Brantas.

Di tahun 1942, saat Belanda menyerah kepada Jepang, ANIEM harus merelakan lahan bisnisnya diambil alih oleh lawan mereka. Jepang sendiri kemudian menamai perusahaan listriknya menjadi Shobu Denki Sha untuk mengelola listrik di Jawa Timur.

Saat Indonesia merdeka pada tahun 1945, gedung ini dinasionalisasi menjadi milik pemerintah. Kemudian, melalui Penetapan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1945 tertanggal 27 Oktober dibentuk Jawatan Listrik dan Gas Sumatera, Jawa, dan Madura di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja.

Ketika Malang terjadi pembumihangusan agar bangunan tersebut tidak dimanfaatkan kembali oleh Belanda yang akan kembali ke Indonesia, gedung tersebut turut dibakar. Operatie Product (Agresi Militer Belanda I) dan Operatie Kraai (Agresi Militer Belanda II) benar-benar memporak-porandakan beberapa bangunan yang ada di Malang saat itu. Baru pada tahun 1950-1955, gedung tersebut direnovasi dengan mengembalikan ke bentuk semula.

2016_01_18_gedung PLN 1
Gedung PLN Kota Malang 90-an awal

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2016/01/18/gedung-kuno-pln-kota-malang-di-kayutangan/
Comments
Loading...