Gedung Perpustakaan Nasional Merdeka Selatan Jakarta

0 14

Gedung Perpustakaan Nasional Merdeka Selatan

Gedung ini terletak di Jalan Merdeka Selatan No. 11 Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Lokasi gedung ini berada di selatan Lapangan Monas, atau di sebelah barat Gedung Balai Kota DKI Jakarta (Indische Woonhuis).

Gedung Perpusnas ini dibangun pada tahun 1942 dari hasil rancangan J.J.J. de Bruyn, A.P. Smits dan Charles van de Linde, dengan gaya arsitektur Indische Empire yang merupakan turunan dari aliran arsitektur Neoklasik. Langgam Indische Empire bisa dilihat dari denahnya yang simetris. Temboknya agak tebal, langit-langitnya tinggi, lantainya dari marmer, di tengah ruangan terdapat “central room” yang besar yang berhubungan langsung dengan beranda depan maupun beranda belakang. Beranda depan dan belakang tersebut terbuka tanpa tembok, yang biasanya sangat luas. Di ujung dari beranda terebut terdapat barisan kolom Yunani (Doric, Ionic, Tuscan, dan sebagainya), berfungsi sebagai pendukung atap yang menjulang ke atas.

Di samping kiri dan kanan “central room” terdapat kamar-kamar tidur. Kadang-kadang central room tersebut berhubungan dengan gallery samping, dapur, kamar mandi, dan fasilitas pendukung lainnya, seperti gudang dan sebagainya merupakan bagian tersendiri di belakang, yang dihubungkan dengan gallery. Di sebelah bangunan utama biasanya juga terdapat paviliun yang digunakan sebagai kamar tidur tamu. Keseluruhan bangunan biasanya terletak pada sebidang tanah yang cukup luas dengan kebun di depan, samping dan belakang rumah. Di bagian depan biasanya terdapat jalan yang melingkar untuk kendaraan yang di sampingnya di tanami dengan pohon-pohon palm.

Dulu, bangunan gedung yang berdiri di atas lahan seluas 16.000 m² ini dikenal sebagai perpustakaan sejarah politik dan sosial yang didirikan pada tanggal 7 Juni 1952 oleh Stichting voor Culturele Samenwerking, suatu badan kerjasama kebudayaan antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Belanda, atas prakarsa Mohammad Hatta, wakil presiden pertama Indonesia.

Lalu, terbit instruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang pada waktu itu dijabat oleh Daoed Joesoef, pada 17 Mei 1980 bahwa perpustakaan sejarah politik dan sosial digabung (merger) dengan perpustakaan museum nasional, perpustakaan wilayah DKI Jakarta, dan bidang bibliografi dan deposit Pusat Pembinaan Perpustakaan di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian perpustakaan ini berada di bawah naungan Sekretaris Nasional RI sejak 6 Maret 1989 yang kelak menjadi cikal bagi bagi berdirinya Perpustakaan Nasional di Indonesia.

Sejak difungsikan menjadi Perpusnas, bangunan central room mengalami perubahan dengan menghilangkan sekat tembok kamar menjadi ruangan yang luas agar bisa digunakan sebagai ruang untuk meletakkan rak-rak buku dan sekaligus ruang bacanya, sehingga terkesan longgar.

Source http://kekunaan.blogspot.com http://kekunaan.blogspot.com/2015/07/gedung-perpustakaan-nasional-merdeka.html
Comments
Loading...