Gedung Minerva

0 96

Gedung Minerva

Gedung Minerva yang kita bahas dulunya adalah gedung pabrik es pada zaman itu. Dulu, pintu utamanya menghadap ke utara ke jalan utama. Pada pintu tertulis dalam Bahasa Belanda, Minerva Ijs Fabriek. Di kemudian hari, pintu utama dipindahkan ke sebelah timur dengan tulisan berbahasa Indonesia.

Tidak diketahui kapan bangunan ini dibuat, tetapi bangunan ini sudah tertera dalam peta tahun 1943. Pada tahun 1937, diketahui bangunan ini difungsikan sebagai Pusat Pembangkit Listrik Kupang. Beberapa saksi menyebutkan ada tulisan 1937 di dalam gedung bertuliskan bahasa China “1937” ini diduga merupakan tahun dijadikannya gedung Pembangkit Listrik.

Bangunan Minerva sejatinya simetris dengan bentuk empat persegi ini mendapat pengaruh Art Deco. Kong seo juga pecinta interior bergaya Art Deco. Kesan Art Deco tampak sangat kuat pada fasade bangunan tersebut. Permainan garis dan bidang pada bagian atas fasade bangunan sangat tegas berciri Art Deco.

Masa kejayaan arsitektur Art Deco di Bandung terjadi sekitar tahun 1920-an. Saat itu pemerintah Hindia Belanda berencana memindahkan ibu kota dari Batavia ke Bandung. Kemudian secara bertahap didirikanlah gedung-gedung baru untuk perkantoran Hindia Belanda dengan gaya arsitektur yang sedang populer saat itu yaitu Art Deco. Salah satu bangunan dengan gaya Art Deco di Bandung adalah Grand Hotel Preanger. Hotel bergaya Art Deco geometrik ini didesain ulang oleh Wolff Schoemaker pada tahun 1929 yang dibantu oleh seorang muridnya yaitu Ir. Soekarno (Presiden kita yang pertama) .

Hal tersebut menunjukkan bahwa Kong Seo secara tidak sengaja mendapatkan seorang insinyur yang memiliki selera Arsitektur Art Deco yang sama untuk mendesain gedung-gedungnya. Tentunya Bung Karno tidak menolak untuk membantu Kong Seo. Hitung-hitung mengisi waktu kosong dalam pengasingannya di Ende. Oleh karena itulah ia meminta Bung karno untuk mendesain Minerva dan Theaternya. Bisa kita temukan Tidak jauh dari bangunan Pabrik Es Minerva, terdapat juga sebuah bangunan berlanggam Art Deco yang Kini oleh PT. Sulung Budi dimamfaatkan untuk menjual Oli dan Ban merk Good Year (Depan Ezra Mart ). Bangunan segi empat dengan aksen sebuah menara pada bagian depan ini diperkirakan dibangun menjelang pertengahan abad XX itu dirancang sendiri oleh Ir. Soekarno.

Leopold Nisnoni menuturkan, Bung Karno juga datang ke Kupang tahun 1950. Kala itu salah seorang Raja yang menerima Bung Karno adalah Raja Kupang III, Alfons Nisnoni (Bapaknya) beserta Raja Raja Timor lainnya. “Ada fotonya bersama bapak saya. Nanti saya kasih tunjuk,” ujar Leopold, Raja Kupang ke empat tersebut.

Leopold menjelaskan, Bung Karno datang ke Kupang pasca penetapan NIK. Selama beberapa hari di Kupang, Bung Karno mengunjungi sejumlah tempat,misalnya Tugu HAM, termasuk kantor Resident. “Kalau dia (Bung Karno, Red) datang, ada malam ramah tamah di kantor bupati lama di Jalan Soekarno. Di situ ada menari-menari dan tarian dibawakan oleh gadis-gadis Kupang,” tuturnya.

Melihat uraian di atas, Kita bisa menemukan nilai sejarah dalam hal “tolong menolong” yang sudah dilakukan oleh Bung Karno dan Kong Seo. Namun bukti nilai “tolong menolong” karya Bung Karno tersebut kini tergerus zaman dan terancam musnah. Kini Minerva sudah lapuk dimakan usia. Tidak terawat, terkelupas dan terkesan angker di malam hari. yang lebih miris , banyak generasi muda yang tidak tahu sejarah indah gedung-gedung ini. Gedung-gedung yang bercerita kepada masa dan waktu bahwa telah terjadi tali kasih antara soekarno dan warga Kupang secara tidak langsung kepada Kong Seong.

Karena itu marilah perbanyak membaca dan gali sejarah untuk menambah kecintaan kita pada budaya. Jangan lupa juga untuk melindungi dan melestarikan benda bersejarah. Akhir kata redaksi mengutip sebuah kalimat JASMERAH. “Jangan sekali-kali Melupakan Sejarah” – Bung Karno.

Source viralkupang.blogspot.co http://viralkupang.blogspot.com/2018/05/pabrik-es-minerva-kota-kupang-hasil.html
Comments
Loading...