Gedung Mahkamah Islam Tinggi di Surakarta

0 105

Lokasi Gedung Mahkamah Islam Tinggi

Gedung Mahkamah Islam Tinggi Surakarta terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 308 Solo, atau tepatnya berada di sebelah utara Stadion R. Maladi Sriwedari. Bangunan ini merupakan bangunan yang didirikan pada zaman penjajahan Belanda.

Sejarah Gedung Mahkamah Islam Tinggi

Awalnya, bangunan ini merupakan rumah untuk tempat tinggal seorang saudagar dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang sering disebut bangunan Nongtjik, yang konon kabarnya terus bermukim di Malaysia. Namun sejak tahun 1938 digunakan sebagai Kantor Departemen Agama dan Pengadilan Tinggi Agama, yang pada saat itu dikenal dengan Mahkamah Islam Tinggi  Surakarta.

Menurut catatan sejarah, sebelum masuknya Islam ke Indonesia, pada saat itu ada 2 peradilan yaitu Peradilan Pradata dan Peradilan Pandu. Peradilan Pradata adalah peradilan yang berkenaan dengan urusan-urusan raja, sedangkan Peradilan Pandu adalah peradilan yang mengurusi selain yang berkenaan dengan urusan raja.

Dengan masuknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke-7, sistem peradilan tersebut kemudian dirubah oleh Raja Mataram, Sultan Agung. Perubahan itu dimulai dengan adanya perubahan nama dari Peradilan Pradata diganti menjadi Peradilan Serambi. Sedang mengenai tempat peradilan yang semula dilaksanakan di Sitihinggil, dan dilaksanakan oleh Raja, dialihkan ke Serambi Masjid Agung dan dilaksanakan oleh para penghulu yang dibantu oleh para alim ulama.

Dari sinilah dimulai babak baru secara resmi struktur peradilan agama, yaitu dengan dibentuknya Mahkamah Islam Tinggi pada 1 Januari 1938 berdasarkan Surat Gubernur Jenderal Belanda tanggal 12 November 1937 No. 18 dan berkedudukan di Surakarta.

Seiring dengan berkembangnya zaman dan keluarnya ketentuan bahwa tempat dan kedudukan Pengadilan Tingkat Banding harus terletak di ibu kota provinsi, maka pada tanggal 23 Juni 1987 Mahkamah Islam Tinggi Surakarta berpindah kedudukan ke Semarang dengan nama Pengadilan Tinggi Agama Semarang.

Berubah menjadi Gedung MAN 2

Secara arsitektural, struktur bangunan bekas gedung Mahkamah Islam Tinggi ini menggunakan dinding batu bata, demikian pula dengan kolom-kolom pendukungnya, lantai beton (dua lantai). Bahan penutup atap seng gelombang dan seng datar pada kubah.

Keistimewaan dan keunikan bangunan terdapat pada  kubah pada bangunan utama. Lubang di bawah kubah merupakan balkon yang terdapat lubang-lubang kaca berwarna sebagai penerangan ruangan. Ornamen pada dinding dan kolom menggunakan gaya Arab dan Eropa. Ornamen pada jendela, pintu dan boven-licht dari bahan kaca yang bertuliskan Arab dan gambar bercorak Cina.

Bangunan ini kini digunakan sebagai gedung sekolah MAN 2 Surakarta semenjak tahun 1992, yang sebelumnya Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN).

Source Gedung Mahkamah Islam Tinggi Surakarta
Comments
Loading...