Gedung Legiun Veteran Buleleng

0 77

Gedung Legiun Veteran Buleleng

Secara administratif Gedung Legiun Veteran Buleleng terletak di wilayah Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Kelurahan Paket Agung merupakan daerah dataran, relatif dekat dengan laut, sehingga memiliki kontur wilayah yang datar. Gedung Legiun Veteran Buleleng dapat dicapai dengan sangat mudah baik dengan sepeda motor maupun dengan kendaraan beroda empat, karena lokasi yang berada tepat di lingkungan kantor Bupati Buleleng. Kelurahan Paket Agung berada pada daerah dataran dengan kemiringan lereng rata-rata 5%. Pola aliran sungai yang berkembang di wilayah ini, seperti halnya hampir sebagian besar wilayah Pulau Bali adalah subpararel, dengan wilayah sungai yang sangat curam.

Tanah di wilayah ini memiliki tekstur halus-sedang dengan warna coklat tua. Batuan dasar di wilayah ini merupakan hasil aktivitas gunung api, dengan komposisi breksi gunung api, lava dan tuff yang terbentuk pada kala Holosen. Proses geomorfologi yang terjadi di wilayah ini sebagian besar merupakan proses erosi, trasnportasi dan sedikit pengendapan. Penggunaan lahan yang nampak di wilayah ini adalah sebagai pemukiman, tempat usaha (ruko) dan perkantoran. Iklim di wilayah ini tidak jauh berbeda dengan wilayah lainnya di Buleleng, yaitu memiliki 2 musim : musim kemarau dan musim hujan, dengan suhu rata-rata 24˚ sampai dengan 29˚ Celcius. Curah Hujan berkisar 243 mm, dengan jumlah bulan hujan 4 bulan.

Melihat lokasi Gedung Legiun Veteran Buleleng yang berada di wilayah perkotaan dan sangat dekat dengan jalan raya yang banyak dilalui kendaraan bermotor, mempunyai hubungan atau korelasi terhadap gedung yang sudah sangat tua ini. Dimana kondisi ini sedikit tidaknya memiliki atau berpengaruh terhadap Gedung Legiun Vetaran, pengaruh yang paling mencolok dengan kondisi ini adalah pengaruh getaran-getaran yang ditimbulkan oleh kendaraan-kendaraan besar yang melalui jalan di depan Gedung Legiun Veteran Buleleng. Ini merupakan salah satu faktor eksternal yang menyebabkan terjadinya gejala kerusakan terhadap Gedung Legiun Veteran Buleleng, karena bagaimanapun juga getaran yang ditimbulkan oleh kendaraan yang berlangsung secara terus-menerus akan membuat/berpengaruh terhadap bangunan yang umurnya sudah tua.

Data sejarah mengenai  keberadaan Gedung Legiun Veteran Buleleng sampai saat ini sangat minim yang bisa didapat. Namun demikian keberadaannya dapat dipastikan bersamaan dengan masa pendudukan Belanda di Bali atau Buleleng khususnya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa  Belanda menguasai Pulau Bali pada tahun 1846 dan menjadikan Kota Singaraja sebagai pusat pemerintahan di Bali, maka dibangunlah berbagai fasilitas kota, yang antara lain komplek perkantoran, pelabuhan, jembatan, jalan-jalan dan berbagai fasilitas lain yang mendukung kegiatan Belanda di Buleleng.

Buleleng pada masa pendudukan Belanda di Bali merupakan pintu utama untuk menjangkau seluruh wilayah Pulau Bali. Aktiftas yang ramai di  Buleleng memberi pengaruh dan  menjadikan Buleleng sebagai  kawasan perdagangan. Deretan pertokoan mulai bermunculan di kawasan ini, sebagai sarana jual beli barang distribusi pelabuhan. Pertokoan ini sebagian besar dimiki oleh kaum dari etnis China, yang memang terkenal sebagai bangsa pedagang.

Semua distribusi barang dari dan keluar Bali melalui Buleleng, sebagian besar hasil ternak dan hasil bumi dari Bali diekspor ke Malaka dan Hongkong melalui Pelabuhan Buleleng. Banyak kapal-kapal besar berlabuh di dekat  Pelabuhan Buleleng sebagai penghubung kota-kota pelabuhan di nusantara, seperti Semarang dan Makasar, serta kota-kota di Sunda Kecil, seperti Ampenan dan Kupang. Kondisi kedalaman laut di daerah ini yang tidak terlalu dalam sehingga walaupun telah dibuatkan dermaga kapal-kapal besar tidak dapat merapat langsung ke daratan. Kegiatan bongkar muat kapal besar dilakukan dengan bersandar di tengah laut, kemudian dengan menggunakan kapal yang lebih kecil untuk mencapai dermaga.

Pembabakan selanjutnya mengenai sejarah pendudukan Belanda di Buleleng  adalah saat masuk masa perjuangan kemerdekaan, dimana terjadi peperangan untuk memperjuangkan kemerdekaan antara pasukan Belanda dan tentara nasional. Peperangan antara Tentara Nasional Indonesia dan pihak Belanda terjadi pada tanggal 27 Agustus 1945. Peperangan ini terjadi karena keinginan pihak Belanda yang ingin tetap mempertahankan kedudukannya di Buleleng setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, hal ini mengingat akan penting dan strategisnya wilayah Buleleng. Namun demikian pada akhirnya Belanda berhasil diusir dari Buleleng dan seluruh fasilitas yang dulunya dibangun Belanda jatuh ke tangan Indonesia. Salah satunya adalah Gedung Legiun Veteran, yang pada awalnya bangunan ini merupakan kantor Gubernur Jenderal Belanda yang membawahi Bali dan Buleleng khususnya dan sejak masa kemerdekaan gedung ini dimanfaatkan sebagai sekretariat Legiun Veteran Buleleng.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/gedung-legiun-veteran-buleleng/
Comments
Loading...