Gedung Joang 45 Jakarta

0 986

Lokasi Gedung Joang 45

Gedung ini terletak di Jalan Menteng No. 31 Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta.

Sejarah Gedung Joang 45

Menurut documentary board yang terdapat di dalam gedung tersebut, dikisahkan bahwa pada tahun 1938 seorang pengusaha Belanda bernama L.C. Schomper mendirikan sebuah hotel yang bernama Schomper 1 di daerah Menteng Raya. Hotel ini dibangun khusus bagi pejabat tinggi Belanda, pengusaha asing dan pejabat pribumi yang singgah di Batavia.

Hotel Schomper merupakan hotel termegah pada saat itu. Bangunannya bergaya Indische Empire yang mampu menciptakan kesan kuat peninggalan kolonial. Di bagian depan terdapat pilar-pilar tinggi berwarna putih yang membatasi serambi depan dan pintu masuk dengan lantai marmer. Ruang tamunya sangat luas di bagian tengah bangunan. Ruang makan ditempatkan di belakang dekat dapur, gudang, dan 3 kamar untuk juru masak. Di samping kiri dan kana bangunan serambi utama membentuk dua sayap dengan 5 kamar di sayap kiri dan 8 kamar besar yang dilengkapi kamar mandi berada di sayap kanan.

Pada waktu Belanda menyerah kepada Jepang pada 8 Maret 1942, Hotel Schomper diambil alih oleh Jepang dan diserahkan kepada Jawatan Propaganda Jepang (Ganseikanbu Sedenbu) yang dikepalai oleh seorang Jepang, Simizu. Lalu, pada bulan Juli 1942 oleh Ganseikanbu Sedenbu diserahkan kepada pemuda untuk digunakan sebagai tempat pendidikan para pemuda yang dimaksudkan untuk meyokong Pemerintah Jepang di Indonesia.

Di samping itu, Jepang juga membolehkan gedung joang 45 ini dipergunakan untuk mendidik para pemuda dalam menyongsong kemerdekaan. Tempat ini dijadikan tempat pendidikan politik yang dibiayai oleh Ganseikanbu Sedenbu.

Jepang bermaksud mendidik para pemuda Indonesia menjadi kader-kader demi kepentingan Asia Timur Raya. Tapi maksud dan cita-cita Jepang ini kemudian berhasil dibelokkan oleh para pemimpin Indonesia yang ditugaskan menjadi guru di tempat ini dengan menanamkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang murni. Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Adam Malik, Chaerul Saleh dan sejumlah tokoh Indonesia lainnya merupakan tokoh-tokoh yang terlibat dalam pendidikan pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pusat pendidikan ini kemudian dikenal dengan nama Asrama Angkatan Baru Indonesia, dan akhirnya gedung diganti dengan nama Gedung Menteng 31, sedangkan pemudanya yang menempati asrama tadi dikenal dengan Pemuda Menteng 31.

Pada 10 Januari 1972 Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan (SK) KDKI No. CB.11/1/12/72 jo Monumenten Ordonantie Staatblad No. 238 tahun 1931 yang menetapkan Gedung Menteng 31 sebagai bangunan bersejarah.

Sebagai tindak lanjut SK Gubernur tersebut, Gedung Menteng 31 dipugar kembali oleh Pemda DKI Jakarta pada 9 September 1973, dan selesai dipuga padar 17 Agustus 1974. Gedung Menteng 31 ini kemudian dijadikan museum dengan nama Gedung Joang 45. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada 19 Agustus 1974.

Source Gedung Joang 45 Jakarta Jakarta
Comments
Loading...