Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara

0 582

Lokasi Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara

Gedung dinas ini terletak di Jalan Jend. Ahmad Yani No. 107 Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Sejarah Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara

Menurut sejarahnya, Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara ini dulu merupakan sebuah bangunan milik N.V. Boekhandel en Drukkerij v/h Varekamp & Co, sebuah perusahaan penerbit dan toko buku di Medan. Gedung ini dibangun sekitar tahun 1920-an. Dinamakan Varekamp & Co karena perusahaan ini didirikan oleh mendiang Anton Pieter I Varekamp yang lahir di Rotterdam pada 11 Oktober 1879 dan meninggal pada umur 67 tahun atau tepatnya pada 1 Juni 1947 di Haarlem. Ayahnya bernama Jacob III Varekamp (1853-1901) dan ibunya bernama Lena Cornelia de Wachter (1858-1919).

Salah satu hasil terbitannya yang cukup melegenda kala itu adalah De Sumatera Post. Sebelum dibeli oleh Anton Pieter I Varekamp pada tahun 1914, perusahaan penerbit De Sumatera Post adalah milik seorang pengusaha perkebunan yang berasal dari Jerman yang tinggal di Medan semenjak 1890-an, namanya Jozeph Hallermann. Sehingga, sebelum berubah menjadi Varekamp & Co, bangunan gedung ini juga sempat dikenal sebagai gedung Drukkerij J. Hallermann.

Gedung Varekamp & Co adalah bangunan berlantai dua dengan luas tanah pertapakan perkantoran seluas 1.391 m². Kondisi aslinya gedung ini memiliki lorong di tengah dan dua buah menara di sebelah kiri dan kanan gedung. Berdasarkan fungsi, ruangan yang ada di sebelah kanan adalah untuk kantor administrasi percetakan dan di sebelah kirinya adalah ruangan yang digunakan sebagai toko buku, sedangkan lorong yang ada di tengah-tengah ruangan adalah jalan untuk menuju tempat percetakan.

Gedung Varekamp & Co memang sengaja dikonstruksi sebagai bangunan yang fungsional, di mana didalamnya terdapat kantor penerbit, toko buku, dan percetakan yang konsep bangunan bergaya arsitektur Art Deco. Dalam perjalanannya, Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Syiria dan Persia.

Kendati Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara ini telah masuk dalam daftar benda cagar budaya (BCB) di Kota Medan, bukan berarti gedung ini terawat dengan baik sesuai dengan UU BCB No. 11 Tahun 2010. Bahkan disinyalir, dari kemegahan berubah menjadi kekumuhan.

Dari sisi interior bangunan, saat ini gedung Varekamp & Co tidak memberikan gambaran fungsi pada masa lalu. Karena alasan praktis dan ekonomis, bagian dalam interior bangunan tersebut saat ini tidak lagi memberikan informasi yang utuh mengenai sejarah gedung ketika pertama kali dibangun. Pada ruangan depan, tatanan interior dan furnitur yang sekarang dipakai menjadikan ruangan bertambah sempit karena tata letak dari meja dan kursi sangat kontras kondisinya dengan pada saat awal pembangunan gedung. Saat ini ruangan dipergunakan sebagai pusat informasi wisatawan. Bagian ruang pameran perlu peninjauan kembali atas peruntukan ruangan dan penempatan furnitur maupun ruang etalase gedung ini.

Dari sisi eksterior, menunjukkan banyak bangunan lama tidak mengesankan bangunan cagar budaya. Posisi gedung yang saling berhimpitan dengan bangunan-bangunan sekitarnya sangat mempengaruhi keberadaan gedung sehingga terlihat sempit. Banyak bangunan lama yang di bagian dindingnya bertuliskan nama gedung pada masa dahulu, namun saat ini tulisan tersebut sengaja dihilangkan.

Source Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara Medan
Comments
Loading...